Gedung Eks Dispaperkan Masih Kosong

155
Kondisi gedung eks Dispaperkan yang disediakan Pemkab Wonosobo untuk menampung pasien yang dikarantina karena positif Covid-19. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Kabupaten Wonosobo kembali ditetapkan sebagai zona merah persebaran Covid 19. Jumlah pasien yang dinyatakan positif terus bertambah. Namun tren kenaikan itu juga diikuti dengan tingkat kesembuhan pasien yang besar.

“Dalam sehari, ada 58 pasien yang dinyatakan sembuh. Tentu ini menjadi harapan baru bagi kita semua,” terang Juru Bicara Gugus Tugas Pemkab M Riyatno Rabu (16/9/2020).

Bahkan menurutnya, pertambahan jumlah pasien sembuh itu menjadi yang tertinggi selama ada virus korona di Kabupaten Wonosobo. Harapan ini menepis kekhawatiran bahwa tempat karantina pasien Covid tidak akan cukup untuk menampung pasien yang terus bertambah. Pasalnya dari tiga rumah sakit dan tiga tempat karantina yang disediakan Pemkab, saat ini sudah penuh. “Kita hanya tersisa satu gedung eks kantor Dispaperkan yang masih kosong hingga sekarang,” terangnya.

Jumlah pasien positif per Rabu (16/9/2020) mencapai 425 orang. Sementara jumlah pasien sembuh telah mencapai 258 pasien. Dengan tingkat kesembuhan yang cukup besar itu, menurutnya, akan segera terselesaikan dalam beberapa minggu kedepan.

Terkait ketersediaan ruang perawatan di 3 Gedung karantina sementara, Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Zulfa Ahsan Alim menyebut, saat ini BLK, SKB dan Bapelkes Pemprov masih tersisa puluhan tempat tidur. Di BLK, dengan kapasitas 46 bed, saat ini menampung 36 pasien. Lalu di SKB dengan 30 bed, ada 16 pasien dan eks Akper atau Bapelkes Jateng dengan kapasitas 64 bed, saat ini menampung 60 pasien. “Karena hari ini (kemarin, red) jumlah pasien telah berkurang, mudah-mudahan gedung Dispaperkan tetap kosong,” katanya. Gedung eks Dispaperkan mampu untuk menampung 30 hingga 40 pasien. (git/ton/bas)