Pastikan Dua Sekolah Siap Tatap Muka

230
Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau persiapan sekolah tatap muka di SMKN 2 Wonosobo (10/9/2020). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek kesiapan dua sekolah di Wonosobo dengan model pembelajaran tatap muka pada Kamis (10/9/2020). Kunjungan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan simulasi berlangsung aman.

Dua sekolah yang dikunjungi Ganjar di Wonosobo adalah SMKN 2 Wonosobo dan SMAN 2 Wonosobo. Di dua sekolah itu, Ganjar dengan teliti mengecek persiapan sekolah, mulai pemenuhan sarana prasarana, penerapan protokol kesehatan hingga pembatasan jumlah siswa yang masuk.

Ia melihat pemenuhan sarana prasarana sudah cukup memadai. Mulai penyiapan tempat parkir yang dibatasi, penyediaan tempat cuci tangan di depan kelas, pengecekan suhu tubuh, dan fasilitas lainnya. Papan-papan imbauan dan peringatan juga terpasang di sudut-sudut ruangan sekolah. Ganjar juga masuk ke ruang-ruang kelas dan ruang praktik untuk melihat sendiri proses belajar mengajar dengan cara tatap muka.

“Kita cek hari ini (kemarin, Red) simulasi atau uji coba pembelajaran pada hari keempat ini. Tadi di Temanggung bagus. Ini di Wonosobo juga sudah bagus,” kata Ganjar di SMKN 2 Wonosobo.

Menurutnya, dalam simulasi pembelajaran tatap muka ini pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari siswa berangkat dari rumah menggunakan kendaraan pribadi, baik mengendarai sendiri atau diantar.

“Siswa tidak boleh naik angkot, orang tua siswa juga mesti setuju dengan tatap muka ini, protokol dan SOP disiapkan. Yang harus kita latih kebiasaan baru ini bukan hanya siswanya saja tetapi juga gurunya. Kalau guru tidak tertib maka gurunya harus bertanggung jawab,” bebernya.

Walaupun tidak mudah, tapi ini adalah salah satu langkah untuk melatih menerapkan kebiasaan baru dalam pembelajaran. Dengan simulasi selama dua minggu, pihaknya mengharapkan ada masukan dari berbagai pihak untuk mencari model pembelajaran yang paling baik pada saat pendemi korona ini.

“Kalau uji coba ini hasilnya bagus akan kita tambah sekolah lagi untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Tetapi kita juga lihat dulu daerahnya. Apakah sudah hijau atau putih. Kalau masih orange atau merah tentu tidak,” tandasnya. (git/lis/bas)