Resmi, Gerindra Wonosobo Tinggalkan Petahana

365
DPC Partai Gerindra saat gelar konferensi pers di RM Taman Puring Mendolo kemarin (8/9/2020). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Pupus sudah harapan bupati petahana Eko Purnomo untuk kembali berlaga dalam pilkada tahun ini. Pasalnya DPC Partai Gerindra yang selama ini dianggap dekat dengannya menyatakan tak akan mendukungnya kembali.

Keputusan diambil partai berlambang garuda itu untuk abstain dalam pilkada mendatang. Hal ini terjadi lantaran sejak beberapa minggu terakhir menjalin komunikasi dengan PPP tetap tak membuahkan hasil.

“Kita sudah bulat, untuk tidak berlaga dalam kontestasi pilkada besok,” terang Ketua DPC Partai Gerindra Wonosobo Sumardiyo di hadapan sejumlah wartawan Selasa (8/9/2020) siang.

Menurutnya Partai Gerindra akan bersikap netral. Tidak akan berkoalisi dengan PPP. Juga tidak akan bergabung dengan koalisi besar yang mengusung Afif Nurhidayat-Muhammad Albar. Keputusan tersebut dianggap sebagai langkah yang rasional.

“Sebenarnya banyak yang datang secara pribadi meminta saya untuk ikut mencalonkan. Biar ada dua calon. Tapi PPP tidak pernah jelas keputusannya,” jelasnya.

Padahal selama ini komunikasi politik sudah berlangsung lama. Dengan niatan awal untuk tetap menjadi lawan dari koalisi besar. Namun puluhan kali melakukan komunikasi politik dengan partai berlambang kakbah itu, berjalan buntu. Tidak ada titik temu politik antara Gerindra dan PPP.

Terkait keputusan yang diambil ini, pihaknya juga sudah membicarakan kepada bupati petahana Eko Purnomo secara pribadi. Sebelumnya memang ada niatan Gerindra untuk mengusungnya kembali. Namun karena tidak ada kesepakatan, pihaknya lebih memilih untuk tidak mengusungnya. “Tekad kita sudah bulat. Ini sudah final,” terangnya.

Keputusan ini juga menurutnya sudah diamini oleh DPD dan DPP Partai Gerindra. Dengan mendukung sepenuhnya langkah yang diambil olehnya. Namun apabila DPP sendiri tidak merestui, pihaknya siap mundur dari menjadi ketua DPC.

Sumardiyo meminta maaf pada tokoh masyarakat, konstituen yang selama ini telah mempercayainya. Apabila tak bisa menawarkan sosok untuk ikut berlaga dalam pilkada tahun ini. “Saya menyerahkan kepada wakil rakyat dari Gerindra di DPRD, kader maupun konstituen untuk netral dalam pilkada. Tidak menyuruh  memilih atau melarang tidak memilih paslon. Tapi diserahkan pada pribadi masing-masing. Yang jelas harus menggunakan hak pilih dengan baik,” tandasnya.

Sementara Wakil Ketua DPC PPP, Umam Khasani mengatakan pihaknya belum bisa memutuskan secara sepihak. “Kita masih akan menunggu keputusan partai. Untuk saat ini mungkin baru itu yang bisa saya jelaskan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Ketua DPC PPP Wonosobo Udik Ridawan telah menunjukan surat rekomendasi calon bupati dan wakil bupati untuk Eko Purnomo (petahana) dan Wakil Bupati Jefri Asmara (kader PPP). Surat rekomendasi tersebut ditunjukan pada sejumlah wartawan saat konferensi pers di rumah makan Joglo Kertek Sabtu (5/9/2020) malam. Dalam konferensi pers tersebut Udik didampingi Sekretaris DPC PPP Arisman.  (git/lis/bas)