alexametrics

Kebijakan Rapid Test Wisatawan Terlalu Memberatkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo –  Pelaku wisata menolak sejumlah kebijakan yang diterapkan Pemkab Wonosobo karena dirasa memberatkan. “Kami menolak pemberlakuan rapid test bagi wisatawan yang datang ke Wonosobo,” terang salah satu pelaku usaha pariwisata, Sigit Prasetyo setelah menyampaikan persoalannya di kantor Disparbud kemarin (25/8/2020).

Para pelaku usaha wisata meminta Pemkab untuk meniadakan rapid test bagi wisatawan yang akan berkunjung. “Kami meminta rapid test bagi wisatawan ditiadakan saja tetapi protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Seperti di Malang sudah tidak ada rapid test. Hanya saja penerapan protokol kesehatan secara ketat. Jadi harus ada kontrol dari dinas terkait tentang penerapan protokol kesehatan di tempat wisata,” katanya.

Baca juga:  Perangkat Desa Ikut Andil dalam Pembangunan

Lanjutnya, dengan adanya statemen Disparbud terkait pemberlakuan rapid test bagi wisatawan otomatis menurunkan kunjungan wisatawan hingga 80 persen.

“Banyak wisatawan banyak yang membatalkan kunjungan ke Wonosobo setelah pemberlakukan rapid test. Karena menambah biaya untuk rapid test secara mandiri. Sehingga pendapatan para pelaku wisata menjadi berkurang drastis, para pedagang di tempat wisata juga kena imbasnya,” bebernya.

Maka, pihaknya berharap kepada Pemkab Wonosobo untuk meniadakan rapid test bagi wisatawan tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pihaknya juga bersedia membantu Pemkab dalam penerapan protokol kesehatan di tempat wisata di Wonosobo. “Harapan kami itu saja. Apabila tidak dikabulkan ya sebaiknya tutup saja akses menuju Dieng, tidak usah menerima tamu sekalian,” pungkasnya.

Baca juga:  Pemkab Demak Kantongi Izin Mendagri

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  Siti Nurmar Asiyah mengungkapkan, pihaknya akan menyampaikan masukan tersebut kepada Bupati Wonosobo. “Dengan harapan ada jalan keluar yang baik, sehingga antara kesehatan terkait pencegahan virus korona berjalan baik dan kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan baik,” bebernya. (git/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya