alexametrics

Tekan Politik Uang dengan Kesepakatan Kandidat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Dalam setiap momen politik, kuasa uang tak bisa dibendung. Alih alih bisa ditekan, justru uang menjadi penentu politik seseorang bisa menang. Meski persentase kemenangan tiap kandidat hanya 10 persen.

Penulis Buku Kuasa Uang, Burhanudin Muhtadi menyatakan politik uang sudah menjadi barang lumrah. Terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia. “Hampir bisa dikatakan, politik uang itu bisa mengunci kemenangan seseorang,” terangnya saat menjadi narasumber acara sarasehan dua tahun berdirinya Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Wonosobo Sabtu (25/7/2020).

Paling banyak seseorang dalam menyebar uang, katanya, akan semakin besar tingkat kemenangannya. Utamanya saat kandidat berasal dari partai-partai gajah (besar). Padahal dengan menyebar uang dalam pemilihan politik itu banyak terjadi kebocoran. Sebab tingkat keefektifan suara yang dihasilkan hanya berkisar di angka 10 persen. “Hanya segitu, tapi dilakukan oleh hampir setiap calon,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia ini.

Baca juga:  Telaga Warna dan Pengilon Dibuka, Pengunjung Mulai Berdatangan

Tak pelak, para pelaku politik tak bisa menghindari perilaku tersebut. Hanya dengan begitu, kandidat bisa menyaingi kandidat lain di partainya. “Makanya, ini adalah sisi buruk dari mekanisme pemilihan dengan proporsional terbuka,” ujar dosen Ilmu Politik di UIN Syarif Hidayatullah itu.

Maka solusi yang ia tawarkan untuk menekan politik uang itu dengan melakukan kesepakatan seluruh kandidat. Atau dengan mengubah mekanisme pemilihan dengan bersyarat.

Ketua GMPK Idham Cholid mengatakan politik uang hanya akan mencederai proses demokrasi. Seharunya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memilih calon yang  memiliki kapasitas. “Bukan asal punya uang saja yang dipilih,” katanya saat membuka acara yang digelar di ballroom Harvest hotel Sabtu (25/7/2020) siang.

Baca juga:  Sehari Sebelum Meninggal, Hasil Rapid Test Sang Adik Nonreaktif

Dalam dua tahun berdirinya GMPK di Wonosobo, pihaknya bakal terus ikut mengampanyekan anti politik uang. Sehingga masyarakat bisa memilih calon pemimpinnya dengan hati nurani. (git/lis/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya