Swadaya Bangun Jembatan Bambu

99
GOTONG ROYONG : Jembatan sasak di Sungai Galuh yang dibangun secara swadaya dan swakarya menjadi jalur menuju lahan pertanian warga Desa Mangunrejo. (Dok Polsek Kalikajar For Jawa Pos Radar Kedu)
GOTONG ROYONG : Jembatan sasak di Sungai Galuh yang dibangun secara swadaya dan swakarya menjadi jalur menuju lahan pertanian warga Desa Mangunrejo. (Dok Polsek Kalikajar For Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Masyarakat Desa Mangunrejo, Kalikajar akhirnya membangun jembatan bambu atau yang biasa dikenal dengan jembatan sasak untuk melintasi Sungai Galuh. Pembangunan ini dilaksanakan secara swadaya dan swakarsa secara gotong royong selama 2 minggu.

“Pembangunan itu dilakukan masyarakat karena dianggap berbahaya. Sebab pernah menghanyutkan seorang warga,” terang Kades Mangunrejo Sarwono.

Tujuan pembangunan jembatan sasak untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Karena Sungai Galuh dengan lebar 12 meter itu menjadi jalan alternatif yang cukup penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.  “Ada banyak lahan pertanian milik warga, termasuk bengkok perangkat desa, yang berada di seberang Sungai Galuh ini. Sehingga, ketika warga hendak bercocok tanam, mau tidak mau harus menyeberang sungai. Oleh karenanya kami berinisiatif membangun jembatan sasak ini,” terangnya.

Apalagi saat datang musim penghujan seperti ini akan menjadi masalah. Jika kondisi air di sungai mulai meninggi kemudian banjir. Banyak warga yang mengeluh karena akses jembatan untuk melewati sungai selama ini tidak ada.

Bhabinkamtibmas Desa Mangunrejo Bripka Eko Rahmad sangat mendukung pembangunan jembatan sasak ini. “Setidaknya bisa dijadikan akses warga untuk pergi ke sawah. Sehingga kejadian pada awal tahun 2019 yaitu adanya orang pulang dari sawah kemudian hanyut terbawa arus, tidak terulang lagi,” katanya. (git/ton)

Tinggalkan Balasan