alexametrics

IPAL Komunal Atasi Lahan Terbatas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) mengenalkan sanitasi ramah lingkungan di Desa Bumireso, Kecamatan Wonosobo Selasa (31/12). Dengan membuat instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal yang mampu menampung limbah bagi 100 kepala keluarga.

“Selama ini mindset kita yang namanya septictank, WC, itu hal yang kotor. Memang betul wong itu limbah. Namun kali ini mari mindset semacam ini kita ubah,” terang Kepala DPU PR Kabupaten Wonosobo Widi Purwanto.

Padahal menurutnya, persoalan sanitasi ini bisa dikreasikan dan diinovasi. Dengan mengetahui cara kerja sanitasi ramah lingkungan ini. Salah satunya dengan IPAL. Dijelaskan bahwa air yang sudah masuk dalam IPAL, air yang meresap ke tanah sudah tidak tercemar. “Karena ada cara khusus di dalam IPAL itu untuk mengurai bakteri dari limbah itu,” katanya.

Baca juga:  Anggaran Minim, Tetap Genjot Perbaikan Jalan

Selain air yang keluar dari septictank itu aman, dengan metode IPAL komunal ini bisa dibuat berbagai macam tempat inovatif. Sebab saat berada di atas IPAL, menurutnya sudah tidak merasakan bau dari limbah yang tercemari bakteri ecoli.

“Kita ingin mendorong masyarakat atau keluarga yang memiliki tanah terbatas. Jadi kita itu kalau mau bikin septictank tidak harus berjarak sekian meter. Kita sudah punya teknologi kedap air. Jadi bisa di mana saja,” lanjutnya.

Dia mencontohkan kerja sama yang telah dilakukan bersama dengan pengelola lapangan olahraga di Kampung Mendolo, Desa Bumireso, Wonosobo. pembuatan septictank dilakukan di atas tribun penonton.
Lanjut dia, hal semacam ini harus terus dilakukan sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat Wonosobo yang belum peduli terhadap masalah sanitasi. Sebab sanitasi di lingkungan di Kabupaten Wonosobo masih menjadi masalah serius. Perilaku hidup bersih warga ditengarai jadi penyebab utama lambatnya keberhasilan program sanitasi berjalan maksimal.

Baca juga:  Krisis Tukang Bangunan, Pengerjaan IPAL RPH Kertoharjo Lambat

Sementara itu, Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid WH yang menjadi ketua Satgas Sanitasi menjelaskan sampai 2019 ini capaian bebas sanitasi baru mencapai 60 persen. Menurutnya hal ini masih menjadi persoalan yang serius.

Maka, pada Januari dan Februari mendatang bakal melakukan pendataan yang lebih valid. Ada tida segmen yang harus disasar. Mulai dari masyarakat yang sudah sadar, mulai sadar dan belum sadar.

“Kita akan melakukan pemetaan itu dulu. Sebelum mengambil langkah. Desa yang perlu kita bangun terlebih dahulu. Sebab target kita di tahun 2020 akan menarik 15 ribu warga untuk menggunakan septictank,” terangnya. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya