alexametrics

Sholawat HA Di-persekusi, Ketua Jaya Nusa Minta Tindak Tegas Pelaku

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID-Ketua Umum Jamaah Yasin Nusantara (Jaya Nusa), Idham Cholid kecewa dengan sikap masyarakat yang melakukan persekusi pada Habib Hadad Alwi (HA). Bahkan dirinya mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan yang tak pantas dilakukan oleh umat islam.

“Beberapa hari terakhir kita disuguhi pemberitaan yang sangat memilukan dan memalukan, persekusi terhadap HA, justru ketika dia tengah memimpin jamaah bershalawat pada sebuah acara di daerah Sukabumi. Alasannya, karena dia dianggap menyebarkan syiah di tengah mayoritas masyarakat sunni. Jelas ini tidak masuk akal,” katanya pada awak media, kemarin (25/12/2019).

Menurutnya, tuduhan syiah kepada HA hanya karena dalam bershalawat dan mengajak jamaah untuk mengangkat tangan, sangatlah tidak beralasan. Sebab Syiah tidak sesederhana itu. Ajaran dan aliran di dalamnya juga komplek. Mereka yang mengaku sunni juga beragam corak dan perilakunya. Ada yang toleran dan ramah. Sebaliknya, ada pula yang intoleran dan radikal. Ada yang mengaku salafi tapi sekaligus juga takfiri, bahkan tokoh utama pendiri ISIS di Baghdad juga mengaku sunni. Jika hanya itu dasarnya, justru sangat dangkal memahaminya. Perlu dipahami, sekte Syiah yang toleran juga ada, terutama yang ada di Yaman. Yang ekstrim meski tinggal di Indonesia juga ada.

Baca juga:  Tanggul Wangan Aji Dibersihkan

“Namun jika kecintaan kepada sayyidina Ali Ra dan Ahl al-Bait kemudian dianggap syiah, bukankah kita juga sangat mencintainya? Kita mencintai semua sahabat Nabi, semua istri Nabi, putra putri dan keturunan Nabi, bahkan kepada para Habaib yang dianggap masih dzurriyah Nabi juga kita sangat memuliakannya,” beber orang yang pernah lama belajar di salah satu pondok di Jawa Timur itu.

Dia menjaskan bahwa pada suatu kesempatan ketika berkumpul di kediaman salah satu ulama beberapa waktu lalu, pihaknya pernah bertanya secara khusus kepada HA tentang tuduhan syiah kepada dirinya. “Beliau menjawab panjang lebar, sampai pada kalimat terakhir, Demi Allah, demi Rasulullah, saya melaknat siapapun mereka yang membenci apalagi sampai melaknat para sahabat dan istri-istri Nabi,” jelasnya.

Baca juga:  Meninggal di Kos, Tetangga Tidak Tahu

Dengan jawaban dan sumpah seperti itu harusnya sangat jelas, HA bukanlah syiah sebagaimana yang dituduhkan selama ini. Dimanapun HA bershalawat, begitulah gayanya. Bahkan saat memimpin shalawatan di Pesantren Al-Anwar Sarang, alm. Mbah Maimoen dengan semangat ikut juga mengangkat tangan sampai menitikkan air mata.

Tentu dirinya sangat menyayangkan tindakan buruk dengan main hakim sendiri, masih saja terjadi sampai saat ini. Dengan alasan apapun sebenarnya, hal demikian tak bisa dibenarkan. Apalagi hanya atas dasar fitnah menyebarkan ajaran syiah, misalnya. Maraknya tindakan makin hakim sendiri, semakin memprihatinkan justru karena dibungkus dengan jubah agama. Ada yang menganggap dirinya sebagai Pembela Islam tapi justru merendahkannya karena tindakan yang dilakukan sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam itu sendiri.

Baca juga:  Hujan Dua Hari, Longsor di Empat Kecamatan

“Yang terpenting justru, ketegasan pemerintah itu sendiri. Ya pemerintah, karena mempunyai perangkat yang sangat lengkap untuk bisa menekan laju pertumbuhan paham intoleran dan radikal. Pemerintah tak boleh main-main, apalagi sekedar kompromi untuk kepentingan kekuasaan,” pungkasnya. (git/ap)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya