alexametrics

Aliran Serayu dari Dieng Kritis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Daerah Aliran Sungai (DAS) dari Dieng Wonosobo menjadi salah satu aliran penting di Indonesia. Namun karena tidak ada perawatan kawasan secara serius, DAS dari Dieng masuk masuk wilayah kritis.

“DAS Serayu menjadi salah satu dari 15 DAS penting nasional yang harus dipulihkan, sehingga menjadi sangat penting untuk menjaga lahan yang sudah baik dan memulihkan lahan kritis di Wonosobo untuk mendukung kehidupan,” terang Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo, Sri Handayaningsih saat menanam pohon di Wadaslintang, Selasa (16/12).

Menurutnya, penanganan lahan kritis di tingkat tapak tidaklah sederhana, bahkan sering menghadapi permasalahan sosial yang cukup komplek. Karena itu perlu dilakukan penanganan bersama lintas sektor dan pendekatan bentang lahan terpadu. “Semangat pemulihan DAS berupa rehabilitasi hutan dan lahan semakin digaungkan melalui GNPDAS. ini merupakan sebuah gerakan bersama lintas sektor dengan mengedepankan prinsip keterpaduan dalam penanganan,” terangnya.

Baca juga:  Harga Stabil, Pasar Tembakau Garangan Menjanjikan

Pemulihan DAS secara lebih luas harus  melibatkan partisipasi masyarakat. Gerakan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam memulihkan hutan dan lahan.  Dengan tujuan penyelamatan sumberdaya air, peningkatan produktivitas lahan, perubahan iklim dan pencegahan bencana hidrometeorologi.

Pemerintah pusat siap mendukung pemulihan lahan di Wonosobo dengan membagikan 10.000 bibit sengon dan 8.300 bibit produktif berupa tanaman buah buahan untuk kelompok masyarakat di Wonosobo. Selain itu, mengalokasikan 10.000 bibit macadamia untuk rehabilitasi kawasan Dieng yang rencananya akan didistribusikan pada Januari 2020. Macadamia merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus juga sebagai tanaman konservasi lahan.

Baca juga:  Perajin Wonosobo Didorong Patenkan Merek

pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian LHK dan BPDAS Serayu Opak Progo serta semua pihak yang peduli dan ikut melestarikan lingkungan dan pemulihan lahan kritis di Wonosobo.

“Wadaslintang sendiri merupakan lingkungan yang merupakan sabuk hijau, di mana di situ terdapat Waduk Wadaslintang yang harus terus dijaga kelestariaanya. Penghijauan di sekeliling waduk harus terus dilakukan agar waduk terus terjaga dari pendangkalan, akibat terkikisnya lahan di sekeliling waduk,” kata Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya