Geo Dipa Eksplorasi Panas Bumi

339
SEPAHAM : Jajaran petinggi PT Geo Dipa Energi dan Kejati Jateng saat melakukan penandatanganan kerja sama. (Dok humas Geo Dipa Energi)
SEPAHAM : Jajaran petinggi PT Geo Dipa Energi dan Kejati Jateng saat melakukan penandatanganan kerja sama. (Dok humas Geo Dipa Energi)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO—PT Geo Dipa Energi (Persero) terus mengeksplorasi energi panas bumi. Geo Dipa merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor panas bumi. Di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Geo Dipa diminta untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

“Geo Dipa mendapatkan pengelolaan penugasan atas Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang diberikan oleh pemerintah. Termasuk pemanfaatan melalui proyek pembangunan dan pengembangan,” ujar Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi Jateng di Semarang, Kamis (12/12).

Saat ini, Geo Dipa melakukan pengembangan pemanfaatan energi panas bumi melalui proyek pengembangan lapangan panas bumi Dieng yang sempat terhenti di tahun 2002. Pada 10 Juli 2019 lalu telah dilakukan ground breaking PLTP Small Scale di Dataran Tinggi Dieng. Proyek dengan kapasitas sebesar 10 MW tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat peningkatan ekonomi di Indonesia.

Dijelaskan Riki, PLTP Dieng Unit Satu, saat ini telah menjadi Objek Vital Nasional (OVN). Sebagai langkah antisipasi adanya masalah hukum, maka Geo Dipa menggandeng Kejaksaan Tinggi Jateng. Mereka akan fokus pada penanganan bidang hukum perdata dan tata usaha negara.

Geo Dipa sebagai BUMN harus menjalankan penugasan dari pemerintah secara hati-hati. Terutama dalam proses yang terkait dengan aturan hukum. “Perlunya antisipasi ini tak lain untuk menghadapi potensi gangguan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Baik itu demografi, geografi, maupun sosial budaya,” jelasnya. (git/ton)