Pengeroyok Tukul Kena 11 Tahun

1423

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO–Tujuh tersangka kasus pengeroyokan yang berujung kematian M Fadlun alias Tukul akhirnya dinyatakan bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo, Kamis (12/12). Tujuh terdakwa dijatuhi hukuman 10 dan 11 tahun penjara.

Humas Pengadilan Negeri Wonosobo Dwi Suryanta mengungkapkan, majelis hakim menyatakan tujuh terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap warga Dusun Kepirang, Desa Dempel, Kecamatan Kalibawang itu hingga meninggal dunia. “Hakim menjatuhi hukuman bagi terdakwa Tekad selama 11 tahun penjara, sedangkan 6 temannya dijatuhi hukuman lebih ringan, yakni 10 tahun penjara,” katanya.

Tekad dihukum paling berat karena dianggap paling berperan saat melakukan pengeroyokan. Ia memukul korban memakai. “Sesuai hasil visum, korban meninggal dunia karena pukulan benda tumpul yang dilakukan oleh Tekad ini. Dalam persidangan Tekad juga mengakui memukul korban sebanyak dua kali,” bebernya.

Kepala Desa Dempel Hartanto menyebutkan, dengan putusan hakim tersebut disambut baik keluarga korban. “Vonis sudah sesuai tuntutan dari JPU. Kami pihak keluarga dan warga Kalibawang menerima dengan vonis dari hakim tersebut. Vonis kepada pata terdakwa ini sudah adil,” bebernya.

Tukul dikeroyok hingga tewas oleh tujuh terdakwa usai menonton kesenian tradisional Ndolalak di Desa Kauman Kecamatan Kaliwiro, Minggu (30/6) lalu. Pelaku mengeroyok korban karena merasa tak terima saat dilerai korban karena berbuat rusuh saat menonton kesenian. Tidak terima, pelaku kemudian menghadang dan mengeroyok korban di jalan menuju Desa Kauman Kecamatan Kaliwiro. (git/ton)