alexametrics

Penyebab Pendaki yang Tewas di Gunung Prau

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Diduga kelelahan seorang pendaki Gunung Prahu Dieng meninggal dunia. Pendaki tersebut bernama Yunawan Prasetiyoko, 42, warga Perumahan Griya Yuda Blok B, No 16 RT 007 RW 003 Desa Pondokpetir, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

Ia meninggal dunia Sabtu (7/12) pukul 19.25 petang. Sebelumnya korban pingsan di area camp (Pelawangan), namun setelah dievakuasi korban dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pengelola basecamp Prau via Igirmranak, kronologis kejadian itu bermula saat korban bersama rekan-rekannya mendaki Gunung Prau via Igirmranak Sabtu.

“Menurut teman satu rombongan mendaki, ia mempunyai riwayat penyakit paru-paru,” ujar salah satu petugas SAR, Abdul Ngainuyana dari basecamp Prau Igirmranak dalam laporannya.

Baca juga:  Camping Ground Dukung Sport Tourism di Kendal

Dijelaskan, pada awalnya korban datang ke basecamp bersama rombongan sekitar pukul enam pagi melakukan persiapan pendakian. Pada pukul 09.20 mereka baru mulai melakukan start pendakian. “Korban katanya sempat makan siang di area pos 2 atau ujung Trowongan Kemen. Setelah makan siang dari pos 2 dan pos 3, cuaca masih cerah. Akan tetapi setelah di atas pos 3, cuaca hujan dan tidak mendukung,” ujarnya.

Rombongan akhirnya sepakat membatalkan camp di Bukit Teletubis dan mendirikan tenda di area camp (Pelawangan). Korban dinyatakan pingsan di area camp (Pelawangan). Kemudian salah satu teman korban sempat menghubungi pihak terkait, guna mencari bantuan untuk penanganan pendaki tersebut.

Pihak basecamp langsung tanggap. Kisaran satu jam, empat ranger sampai di lokasi bareng dengan empat ranger basecamp Wates. “Karena jalur paling cepat dan memungkinkan untuk melakukan evakuasi itu dari bascemp Wates. Setidaknya untuk proses evakuasi sendiri memakan waktu selama satu jam,” terangnya.

Baca juga:  IWAPI Wadah Jaringan Bisnis dan Ekonomi Daerah

Korban dievakuasi menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan merujuk korban ke Puskesmas Kejajar 1 menggunakan mobil. Namun, setelah dilakukan identifikasi dokter, rupanya korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.25 petang.

Menurutnya upaya untuk menyelamatkan korban telah dilakukan maksimal. Maka dirinya berpesan bahwa saat mendaki gunung harus benar benar dipersiapkan matang. Dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan. (git/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya