Rusak Parah Dibantu Rp 15 Juta

214
SURVEI RUMAH : Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan survei langsung pada rumah yang terdampak angin kencang di Desa Banyu Mudal, Sapuran, Wonosobo, Selasa (29/10).(Sigit Rahmanto/Radar Kedu)
SURVEI RUMAH : Gubernur Ganjar Pranowo saat melakukan survei langsung pada rumah yang terdampak angin kencang di Desa Banyu Mudal, Sapuran, Wonosobo, Selasa (29/10).(Sigit Rahmanto/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi para korban bencana angin kencang di Wonosobo. Selain untuk membesarkan hati para korban, Ganjar juga berjanji akan memberikan bantuan bagi korban yang rumahnya rusak.

“Harus secepatnya, jangan ditunda. Saya sudah kepingin menerima uangnya untuk dikasihkan ke masyarakat,” terang Ganjar saat mendatangi desa di kaki gunung Sumbing, Desa Banyu Mudal, Sapuran, Selasa (29/10) sore.

Menurut Ganjar, khusus warga yang rumahnya rusak parah akan mendapatkan bantuan Rp 15 juta untuk membangun kembali rumahnya. Sementara untuk kategori rusak berat mendapatkan Rp 10 juta per rumah. “Nanti biar dibangun gotong-royong bareng masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Ganjar meminta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk selalu siap. Begitu ada potensi bencana, bisa segera menginformasikan pada masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Zulfa AAK mengungkapkan, angin kencang melanda wilayahnya pada Minggu (20/10) lalu. Ada 9 kabupaten/kota di Jateng yang kena dampak bencana ini. “Dari sembilan itu, yang paling banyak mengalami kerusakan adalah Wonosobo,” terangnya.

Dari catatan yang dihasilkan BPBD, di Desa Banyu Mudal terdapat ratusan rumah yang rusak. Sebanyak 211 rumah masuk kategori rusak sedang. Sementara 19 rumah berat dan 50 rusak parah. “Sembilanbelas itu rusak berat alias ambrol dengan temboknya. Sementara yang 50 itu rusak parah. Di mana seluruh atapnya hilang,” bebernya.

Sementara ini pihaknya sedang mengusahakan bantuan dari pemkab. Namun tak menutup juga bantuan dari lembaga swadaya dan masyarakat serta pemerintah desa. “Insya Allah Pemkab akan menyumbang bantuan sebebsar Rp 400 juta yang diambil dari dana tak terduga,” jelasnya. (git/ton)