Satpol Sulit Tertibkan Penambang

444
TANPA IZIN : Penambangan galian C ilegal di Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo yang ditolak warga karena merusak jalan dan lingkungan. (Sigit Rahmanto/Radar Kedu)
TANPA IZIN : Penambangan galian C ilegal di Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo yang ditolak warga karena merusak jalan dan lingkungan. (Sigit Rahmanto/Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo sudah banyak menerima keluhan dari warga soal adanya aktivitas galian C ilegal. Namun Satpol PP kesulitan untuk menindak para penambang liar galian C. Setiap kali petugas melakukan penertiban, diduga telah bocor sehingga tidak ditemukan aktivitas penambangan.

“Di wilayah pengamanan, kami sudah berupaya terus. Namun jika ada petugas di situ, dia (penambang, red) lari meninggalkan tempat. Tapi kalau tidak ada petugas, itu kembali lagi,” tutur Kepala Satpol PP Kabupaten Wonosobo Hariyanto, Jumat (11/10).

Laporan warga Dusun Sontonayan Desa Kapencar Kecamatan Kertek tentang aktivitas penambangan liar juga telah sampai ke Satpol PP. Aktivitas galin C ini diduga telag mempengaruhi kondisi sumber air di sekitar penambangan. “Karena adanya usaha tambang galian C itu mengurangi debit air,” jelasnya.

Beberapa waktu yang lalu, Satpol PP menertibkan sejumlah penambangan galian C di dekat aliran sungai. Ada lima titik penambangan yang dikhawatirkan akan menimbulkan abrasi dan merusak jembatan. Tapi penertiban tidak dilakukan pada aktivitas di lereng gunung Sindoro dan Sumbing.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Wonosobo Budhi Pranoto menuturkan, sejak perizinan galian C ditarik ke provinsi, hampir tidak pernah ada penertiban galian C. Posisi Satpol PP kabupaten sebatas melaporkan, mendata, dan membina.

Kamis (10/10), warga Dusun Sontonayan, Desa Kapencar, Kecamatan Kertek menggelar aksi menolak tambang galian C. Mereka menutup jalan yang biasa dilalui truk pengangkut tanah galian C.

Perwakilan warga, Tuhyono mengatakan, sudah empat kali warga memasang sejumlah portal agar jalan desa tak dilalui truk. Tapi portal-portal tersebut dirusak agar truk bisa kembali lewat. “Setelah dihancurkan, kita bangun kembali. Dan akan begitu hingga seterusnya. Yang jelas kami bersikeras agar tidak ada aktivitas galian C di Dusun Sontonayan, Kapencar,” tegasnya.

Warga beralasan, keberadaan tambang akan merusak akses jalan. Selain itu juga adanya kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan jika proses galian terus berlangsung. Warga khawatir jika saat hujan deras, air akan turun dan masuk ke kampungnya. Pasalnya, galian tersebut persis di atas kampung yang masuk dalam gugusan lereng Gunung Sindoro. (git/ton)