alexametrics

Ribuan Mata Air Menghilang.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Kerusakan alam yang terjadi di Kabupaten Wonosobo menyebabkan ribuan mata air menghilang. Adanya pengembangan galian C dan pengalihfungsian lahan hutan di sejumlah wilayah yang tidak teratur, dinilai paling berdampak dalam menghilangkan sumber mata air.

“Jadi tidak sekadar menurun dari sisi debit loh ini, tapi ini menghilang mata air itu,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Supriyanto saat merayakan acara Pekan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Krasak, Wonosobo, Rabu (26/9).

Menurut Supriyanto, saat ini terdapat sekitar 2000 mata air yang menghilang. Namun, yang paling berdampak terhadap hilangnya sumber mata air itu ada di Kecamatan Kertek. “Terus terang karena memang di Kecamatan Kertek ini galian C itu luar biasa. Sehingga di sana terjadi pengurangan bahkan mati debitnya,” katanya selepas ikut menebar benih ikan di das Sungai Serayu itu.

Baca juga:  Jadi Kawasan Lima Dieng Baru, Gunung Lanang Mulai Dibenahi

Dirinya mencontohkan debit air di Desa Kapencar, Kecamatan Kertek. Posisi air saat ini menurun drastis akibat dari kerusakan lingkungan yang terjadi.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengatakan, dengan dibantu para penggiat lingkungan hidup ia telah berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian alam. Komitmen itu sudah ditunjukkan dalam beberapa perda yang diterbitkan. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya