Ikan Mati Cemari Waduk

342
DITIMBUN : Para petani beramai-ramai menimbun ratusan ton bangkai ikan yang sudah mulai membusuk akibat kematian massal beberapa waktu lalu. (Sigit Rahmanto/RADARSEMARANG.ID)
DITIMBUN : Para petani beramai-ramai menimbun ratusan ton bangkai ikan yang sudah mulai membusuk akibat kematian massal beberapa waktu lalu. (Sigit Rahmanto/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO — Ratusan ton ikan dalam karamba di Waduk Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, yang mati dalam beberapa minggu ini mulai mengkhawatirkan masyarakat sekitar waduk. Selain karena bau busuk yang ditimbulkan, sisa bangkai yang telah dikuburkan tersebut mulai keluar cairan seperti minyak. Ancaman pencemaran air bisa meluas.

“Baunya itu sangat menyengat. Sangat menusuk hidung. Meski sudah pakai masker. Bayangkan mas, yang mati itu bukan kiloan, tapi ratusan ton,” kata Kabid Perikanan, Dinas Pertanian Perikanan dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Pramuji

Meski telah dikubur, bau menyengat yang ditimbulkan dari sisa ikan yang mati itu masih terus tercium. Lantas, setelah bangkai dikubur tidak membuat persoalan menjadi beres. Justru kekhawatiran baru timbul akibat keluarnya minyak dari bangkai yang membusuk. Minyak ini bahkan masuk dan mencemari sumber air di waduk.

“Minyak dari bangkai yang telah dikubur itu keluar, hingga mencemari perairan. Karena mereka menguburnya itu masih di dekat waduk,” ungkapnya.

Dispaperkan Wonosobo segera menggelar rapat gabungan untuk membahas soal langkah dan tindak lanjut yang harus dilakukan oleh setiap pemangku kepentingan. Diketahui bahwa pemanfaatan waduk itu bukan hanya oleh Pemkab Wonosobo saja. Namun juga ada dari PLTA Kebumen, Dinas Pertanian Purworejo dan Kebumen untuk masalah irigasi, juga Jasa tirta Kebumen untuk kebutuhan air bersih.”Kita akan ajukan hasil penelitian kita ke mereka, kemudian kelutusan baru diambil,” lanjutnya.

Sementara itu, ikan yang telah mati itu dievakuasi oleh petugas diangkut dengan truk hingga kemudian dikuburkan. Saking banyaknya bangkai ikan yang sudah mengeluarkan bau busuk itu proses penguburan dilakukan dengan alat berat.

“Kemarin dengan alat berat, 4 kotak sisanya saat ini dikuburkan secara manual,” ungkap seorang petugas PT Aquafarm Nusantara yang enggan disebutkan namanya. (git/ton)