alexametrics

Dulu Ganjar Marah Besar, JLK Wonogiri Kini Mulus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wonogiri – Tahun 2015 lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo marah saat mengetahui pembangunan Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri tidak beres. Setelahnya, pengawasan pembangunan diperketat. Setelah enam tahun berlalu, kini ruas sepanjang 15,594 kilometer itu rampung. Masyarakat pun mengunduh untung.

Kemarahan Ganjar, saat itu dipicu karena konstruksi ruas jalan beton tidak dilengkapi kerangka sepatu besi. Kontan, orang nomor satu di Jateng itu naik pitam dan memerintahkan sebagian ruas jalan yang telah dicor, dibongkar. Kejadian itu berlangsung di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri. “Iki maksudku duwite rakyat mas, ngene iki sing marake aku ngamuk ya ngene iki (Ini uangnya rakyat mas. Ini yang menyebabkan saya marah),” ujar Ganjar kala itu, Sabtu (17/10) lalu.

Baca juga:  Salurkan 300 Sembako Khusus PKL dan Ojol

Setelah Ganjar marah, Pemkab Wonogiri yang memiliki ruas jalan tersebut mengaku lebih ketat mengawasi. Ini karena, selain menggunakan anggaran dari APBD Wonogiri ditambah Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), pembiayaan pembangunan JLK juga berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jateng.

Dari total anggaran untuk JLK Wonogiri sebesar Rp 116 miliar. Sebanyak 78 persen berasal dari Bankeu Provinsi, sebesar Rp 68 miliar. Adapun, durasi pengerjaannya memakan waktu sembilan tahun, dari 2010 hingga 2019.

“Setelah ada checking dari Pak Ganjar (enam tahun lalu), kita selaku yang punya kegiatan JLK terus meningkatkan sumber daya manusia dalam pengawasan. Kami perketat pengawasannya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri Prihadi Ariyanto Sabtu (23/10).

Baca juga:  Puluhan Galon Isi Ulang Berbaris di Alun-Alun Wonogiri

Meskipun telah rampung, Prihadi menyebut pemanfaatan secara maksimal jalur ini masih menunggu beberapa kelengkapan lagi. Di antaranya, pemasangan rambu, marka, dan sebagainya.

Namun, saat ini masyarakat sekitar telah memanfaatkannya sebagai jalur antar kecamatan dan desa. “Ini termasuk jalan kabupaten. Ke depan harapannya bisa mengurangi kepadatan dalam kota. Di rencanakan jalur ini mungkin bisa dilalui untuk kendaraan berat,” imbuhnya.

Katrol Ekonomi Warga

Warga Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Sugeng Mulyono menjadi saksi saat enam tahun silam Ganjar Pranowo melakukan inspeksi di JLK Wonogiri. Kini, ia merasakan betul manfaat dari ruas jalan tersebut.

“Kami merasakan sendiri (melihat) dulu jalan ini dikomplain Pak Ganjar. Sempat marah karena konstruksi besi kurang memadai. Tapi kini imbasnya dirasakan masyarakat, perekonomian warga sangat naik,” tuturnya.

Baca juga:  Trans Jateng Segera Mengaspal di Wonogiri

Ia menyebutkan, sejak jalan tersebut dibangun perekonomian di kampungnya berderak. Ia sebagai pedagang pun merasakan imbas positif. “Ini dirasakan betul. Harga tanah melambung, banyak rumah kontrakan. Adanya JLK ini, tempatnya jadi strategis digunakan usaha,” sebut Sugeng.

Hal itu diamini oleh Kades Singodutan Karsanto. Menurutnya, imbas dari hadirnya JLK Wonogiri sangat positif. Selain mengatrol harga tanah dan menggerakkan perekonomian, jalur tersebut pun memudahkan akses warganya menuju desa lain.

“Sebelum ada JLK, warga sini kalau mau ke (desa) Pare memutar arah, waktunya agak lama. Dengan ini ya cepat sekali. Warga Pare kalau mau ke Pasar Kricak juga terbantu. Untuk jualan hasil bumi pun lancar,” pungkas Karsanto. (akr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya