Alpukat Kalibening Mendunia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Dusun Kalibening, Desa Kalibendo, Kecamatan Jambu, memiliki komoditas buah alpukat unggulan yang diminati wisatawan mancanegara. Melihat potensi itu, Pemkab Semarang, menobatkan Kalibening menjadi Kampung Alpukat. Predikat itu ditandai dengan peresmian tugu alpukat oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha Selasa (9/8) kemarin.

“Tugu ini menandakan Dusun Kalibening menjadi pusat kampung alpukat yang ada di Kabuaten Semarang,” tegas bupati.

Komoditas alpukat dusun ini memiliki pasar luas. Peminatnya tidak hanya warga lokal. Banyak wisatawan mancanegara yang menginginkan alpukat khas Kalibening ini dikirim ke negaranya.

“Beberapa waktu lalu terdapat kunjungan rombongan dari Nigeria di sini. Mereka menginginkan ada eksport ke negara mereka. Kita berharap hal tersebut segera direalisasikan,” katanya.

Baca juga:  Waspadai Flu Burung, Terjunkan Petugas Monitoring

Ngesti menyebut, jenis alpukan di Dusun Kalibening ini sudah mendapatkan sertifikasi jenis buah lokal unggulan dari Kementerian Pertanian. Hal tersebut menjadikan bibit dan buah alpukat Kalibening menjadi potensi yang menjanjikan bagi para petani.“Tahun ini kita akan membangun demplot budidaya alpukat di Bandungan,” imbuhnya.

Pemkab telah menyiapkan lahan seluas sekitar 17 hektare yauntuk budidaya alpukat Kalibening.

Semetara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan  Kabupaten Semarang, Wigati Sunu, akan memfasilitasi pemasaran bibit dan buah alpukat Kalibening lewat katalog elektronik Dinas Pertanian. Selain itu membantu pemasaran ke toko-toko online yang ada di Jawa Tengah atau e-Blangkon Jateng.

“Sertifikasi yang telah didapatkan dari Kementan bisa mendukung posisi tawar alpukat Kalibening di pasar holtikultura nasional hingga internasional,” ungkapnya.

Baca juga:  Perangkat 188 Desa Belum Bayar Iuran

Ketua Kelompok Tani Alpukat Ngudi Rahayu Dusun Kalibening, Tukimin, mengatakan, anggotanya akan membudidayakan alpukan di lahan seluas kurang lebih 50 hektare. Sebagian besar anggota kelompok tani memiliki 50 pohon. Selain itu pihaknya juga menyediakan bibit alpukat.

“Kami bisa menjual 50 ribu bibit alpukat setiap tahun. Pemasarannya tidak hanya ke Jawa Tengah, melainkan sudah tersebar ke Medan, Bali, Aceh, dan daerah lainnya,” katanya. (nun/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya