Pentas Budaya, Bangkitkan Kesenian Daerah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Sembilan kelompok kesenian tradisional meramaikan pentas seni budaya di Dusun Thekelan, Desa Batur, Getasan, Kabupaten Semarang. Pentas seni sebagai upaya untuk membangkitkan dan melestarikan kesenian daerah.

Seniman dari sembilan kelompok tersebut sangat antusias dalam pentas seni. Mereka benar-benar menampilkan pertunjukan terbaik mengingat sudah dua tahun lebih vakum akibat pandemi. Mereka merupakan kelompok kesenian di Kecamatan Getasan.

Pentas budaya sekaligus dalam rangka menyongsong hari Kemerdekaan Indonesia. Dana hibah sebesar Rp 60 juta dipergunakan untuk menampilkan sembilan kelompok kesenian di Getasan.  “Sebenarnya hibah hanya untuk kelompok ketoprak Margo Rukun Thekelan. Tapi karena dana cukup besar akhirnya sepakat untuk menampilkan kesenian yang lainnya diluar Thekelan,” kata Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Getasan, Tugimin.

Baca juga:  Gencarkan Pelatihan Keterampilan di Tiap Desa

Ia menambahkan di Kecamatan Getasan ada sekitar 400 kelompok kesenian. Pentas budaya hanya mengambil beberapa perwakilan tiap desa. Hal itu dikarenakan keterbatasan waktu pelaksanaan sehingga tidak bisa tampil semuanya.  “Kita beri waktu 30 menit per kelompok untuk menampilkan apa yang mereka miliki,” lanjutnya.

Pentas budaya sekaligus pertanda kebangkitan kelompok kesenian pasca pandemi. Selain itu tentu sebagai hiburan masyarakat. Kepala Seksi Kesenian dan Nilai-Nilai Budaya Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Slamet Widodo, mengatakan pemerintah memiliki perhatian terhadap kesenian. Dana hibah yang diluncurkan sudah mencapai 32 miliar baik hibah berupa alat maupun pentas. “Untuk hibah alat sudah mengucurkan kurang lebih Rp 32 miliar untuk 3.200 kelompok selama empat tahun ini,” katanya.

Baca juga:  Narrative Text dengan Model PjBL Berorientasi Soft Skill

Tahun ini rencananya 1500 kelompok kesenian mendapatkan hibah. Hal tersebut dilakukan agar meningkatkan stimulan seniman yang tidak bisa tampil selama pandemi berlangsung. “Pentas budaya ini bisa untuk menjadi hiburan masyarakat dan sebagai upaya melestarikan kesenian lokal,” tambahnya. (nun/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya