alexametrics

Tekan Stunting, Pemkab Semarang Anggarkan Rp 1,6 M

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemkab Semarang tak main-main dalam menekan angka stunting. Untuk mengatasi persoalan gizi buruk pada balita, dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan semua pemangku kepentingan harus terlibat mencegah stunting termasuk pengusaha. Ia mengatakan wilayahnya yang penuh dengan pabrik perlu adanya penjagaan, tentunya karyawati. “Ada banyak karyawan swasta yang perlu dijaga kesehatannya saat hamil.  Penanganan stunting sudah harus melibatkan para pengusaha,” katanya.

Ia menambahkan Dinkes sudah menyiapkan anggaran Rp 1,6 miliar. Anggaran tersebut untuk menangani persoalan stunting. “Kami optimis bisa kami tekan angka kasusnya,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Bambang Pujiyarto mengaku sudah menerjunkan kader kesehatan untuk melakukan pemantauan perkembangan fisik balita dan pendampingan gizi. “Hasilnya akan menjadi dasar apakah diperlukan intervensi untuk mencegah terjadinya stunting,” tambahnya.

Baca juga:  Penambahan Fasilitas Gedongsongo Tunggu Kajian BPCB

Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Widwiono menilai kondisi stunting di Kabupaten Semarang lebih baik dibanding daerah lain di Jateng. Angka prevalensi stunting tercatat 16,4 persen berdasarkan survei status gizi Indonesia (SSGI) 2021. “Angka itu lebih baik dibandingkan kondisi di tingkat Jateng yang mencapai 20,9 persen,” akunya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya