alexametrics

Bejat! Oknum Guru di Ungaran Cabuli Siswinya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Guru harusnya menjadi contoh yang baik. Tapi, oknum guru di Ungaran, Kabupaten Semarang ini justru sebaliknya. Dia malah mencabuli anak didiknya. Pelaku berinisial SS, 36.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika menjelaskan, aksi pencabulan tersebut kali pertama dilakukan SS pada Mei 2020. Saat pembelajaran, SS meraba dada korban. Aksi SS berlanjut pada Juni 2020. Saat itu, korban diminta datang ke rumah pelaku untuk mengantar KK (Kartu Keluarga). Alasannya, untuk keperluan kenaikan kelas.

Nah, saat di rumah pelaku itu, korban kembali dicabuli. Pelaku mengancam korban agar tidak menceritakan kepada siapapun.

Yovan menambahkan, pada 5 Mei 2022 pelaku kembali memanggil korban untuk datang ke rumah kontrakannya. Korban kembali mendapat perlakuan yang sama, dan diberi imbalan Rp 100 ribu.

Baca juga:  Pemkab Semarang Bentuk Tim Reaksi Cepat Kebencanaan

Kasus ini terungkap saat ibu korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh mendapat laporan dari pihak sekolah. Pihak sekolah curiga dengan perilaku korban. Sebab, apabila didekati guru pria saat pelajaran, korban seperti trauma.

“Pihak sekolah mencurigai korban dengan gelagatnya jika diajak berbicara dengan guru laki-laki sering takut. Dari situ, pihak sekolah lapor ke ibunya,” jelasnya, Rabu (6/7).

Mendapat laporan tersebut, ibu korban kemudian membujuk putrinya untuk bercerita. Bak disambar petir di siang bolong, ibu korban kaget saat putrinya mengaku telah dicabuli guru SS.

Tak terima dengan kejadian itu, ibu korban melaporkan ke Polres Semarang. Saat ini, pelaku telah diamankan Satuan Reskrim Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Semarang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Baca juga:  TPA Overload, PKK Aktifkan Bank Sampah

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan tim Disporapar.

Ia menegaskan, jika pelaku ASN tentunya akan ada tindakan tegas. “Pencabulan terhadap murid tentunya tidak bisa dimaafkan. Ini sedang kita cek, jika memang ASN bisa kita berhentikan,”tegasnya. (ria/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya