alexametrics

3.930 Balita Menderita Stunting

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Persoalan stunting atau gagal tumbuh pada anak balita masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Semarang. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan kasus tersebut. Tercatat saat ini masih ada 3.930 balita yang menderita stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Dwi Syaiful Nur Hidayat mengatakan penanganan stunting tidak hanya mencakup pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Faktor lain terutama penyiapan sanitasi lingkungan yang baik juga berperan penting. Semua pemangku kepentingan dari berbagai sektor harus dilibatkan dalam tahapan penanganan. “Saat ini angka prevalensi kita 5,8 persen. Sampai awal tahun 2023 mendatang, targetnya dibawah angka itu,” katanya.

Ia menambahkan, ada 3.930 balita yang menderita stunting. Sebagian besar berada di Kecamatan Tengaran. Selain itu tersebar di Banyubiru, Bergas, Pringapus, Sumowono, Pabelan dan Bawen. “Tahun ini ada 20 desa di delapan kecamatan yang menjadi lokasi penanganan stunting,” ujarnya.

Baca juga:  Sehari Sasar 800 Penerima Vaksin

Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha menambahkan stunting bukan soal mudah. Terutama di pedesaan, pihaknya dan tim PKK di setiap desa bahkan hingga ke RW/RT terus melakukan pantauan hingga sosialisasi terkait persiapan pernikahan. “Tidak hanya soal kesehatan calon ibu saja, gizi hingga persiapan ekonomi menjadi persoalan,” tambahnya.

Kebobolan dengan jarak kelahiran anak masih kerap ditemukan di Kabupaten Semarang. Budaya pernikahan dini di desa juga menjadi Pekerjaan rumah. “Harus kita sosialisasikan, karena menikah itu bukan jalan terakhir. Lebih lagi KB, jarak kehamilan menjadi pantauan kami,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya