alexametrics

Vaksin Diprioritaskan untuk Sapi Perah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang akan menyuntikkan 4.300 dosis vaksin pada hewan ternak.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan angka kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Semarang belum menunjukan penurunan.

Hingga saat ini 3.797 hewan ternak terindikasi PMK. Sebanyak 54 hewan ternak mati, dan 492 sembuh. “Alhamdulilah vaksin sudah ada 4.300 dosis. Vaksin kita prioritaskan untuk sapi perah. Berkaitan dengan Idul Adha masih terbilang aman. Kita ada 75 ribu hewan ternak. Dengan jumlah itu tentunya masih aman untuk kurban,”ungkapnya  Kamis (30/6) di Desa Lerep, Ungaran Barat.

Ia menjelaskan sapi perah tidak bisa memproduksi susu jika terindikasi PMK. Hal tersebut membuat beberapa peternak susu murni merugi. “Sentra yang banyak sapi perah di Getasan. Perekonomian warganya sangat terdampak. Karena air susu tidak keluar jika sapi terindikasi PMK,”lanjutnya.

Baca juga:  Begini Kronologi Penganiayaan di Sasana JD Aster Bawen, Dua Pelaku Masih Buron

Orang nomor satu di Bumi Serasi tersebut membagikan sembako kepada peternak yang terdampak PMK. Juga membagikan vitamin dan obat-obatan bagi para ternak yang terindikasi PMK.

Sementara itu Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Wigati Sunu menambahkan hewan yang bisa divaksin harus sehat. Didahulukan sapi perah muda, betina, baru yang jantan. Kemudian  sapi potong, domba dan kambing. Dalam kasus sapi perah di Kabupaten Semarang sempat menurun hingga 30 persen. (ria/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya