alexametrics

Produksi Susu Sapi Segar Sumogawe Merosot

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Produksi susu sapi segar di Sumogawe, Getasan, turun drastis. Kondisi tersebut diakibatkan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di wilayah tersebut.

Saat ini tercatat ada 25 sapi yang terjangkit. Upaya penghambatan penyebaran pun terus dilakukan. Mulai pemberian vitamin hingga penyemprotan disinfektan secara massif.

“Semoga yang terjangkit tersebut tidak menularkan pada sapi-sapi yang lainnya,” harap Kepala Desa Sumogawe, Marsudi Mulyo Utomo.

Pemdes selalu mewanti-wanti peternak untuk menjaga kebersihan kendang, serta melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Disiplin para peternak dalam melakukan pengobatan ternaknya yang tersuspek PMK juga menjadi kunci penyembuhan.

“Kalau di kandang saya itu dua minggu sudah pada sembuh. Itu saya juga menggunakan obat herbal seperti daun sirih,” katanya.

Baca juga:  Petani Bunga Mawar Bandungan Siapkan Pasokan

Menurutnya, kasus PMK yang mewabah di Sumogawe dinilai sangat fatal. Apalagi di Sumogawe ini mayoritas warganya peternak sapi perah. Selain bisa mengakibatkan hewan ternak mati, dampak PMK juga memengaruhi produksi susu segar. Sapi yang sudah terjangkit PMK tidak bisa mengeluarkan susu dan itu yang membuat susah para peternak.

“Sangat berat dampaknya bagi para peternak. Saat ini kita hanya bisa melakukan antisipasi,” ucapnya.

Wabah PMK juga berdampak pada Eduwisata Kampung Susu yang ada di Sumogawe. Karena hal tersebut membuat produksi susu segar di Sumogawe menurun drastis. Sebelum ada wabah PMK di Sumogawe sendiri per hari bisa memproduksi 10 ribu liter susu sapi segar. Marsudi berharap tidak banyak hewan ternak sapi yang terjangkit khususnya di Sumogawe.

Baca juga:  Gelontor Rp 10 M untuk Pulihkan Sektor Wisata

“Ini kita juga sedang menunggu wacana vaksin untuk hewan ternak dari pemerintah pusat,” imbuhnya. (nun/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya