alexametrics

60 Warga Perumahan Taman Manunggal Asri Terancam Kehilangan Akses Masuk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Sebanyak 60 warga di Perumahan Taman Manunggal Asri bakal kehilangan akses keluar masuk. Sebab, akses jalan utama ternyata lahan bengkok milik Pemdes Patemon. Pihak Pemdes sudah memasang spanduk peringatan terkait status lahan ke perumahan tersebut.

Kepala Desa Patemon Puji Rahayu mengaku sudah empat kali berkomunikasi dengan pihak perumahan. Tetapi masih belum belum ada jalan keluar. Padahal, jalan yang digunakan merupakan aset Pemdes. “Masih belum kami tutup karena pertimbangan empati sosial untuk warga perumahan,” katanya.

Ia menambahkan, Pemdes sedang gencar untuk menginventarisir aset. Salah satunya lahan bengkok yang dijadikan akses utama perumahan tersebut. Pihaknya mengaku bakal mempertahankan aset tersebut agar tidak hilang. Termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum. “Jika diurus dengan baik sesuai SOP saya rasa tidak seperti ini. Kami tidak ingin aset desa hilang begitu saja,” ujarnya.

Baca juga:  Inspektorat Kembalikan Uang Negara Rp 505,7 Juta

Spanduk status lahan tersebut dipasang di gapura jalan utama masuk perumahan. Sejumlah warga RT 5 RW 4 Dusun Tugu Desa Bener mulai resah dan was-was. Ketua RT 5 RW 4 Tugu, Bener Arief Syarifudin mengatakan perumahan dibangun 2004 dan ditempati 2005. Tanah yang jadi persoalan merupakan akses masuk utama sepanjang 250 meter dan lebar empat meter. “Kami tidak tau menau jika tanah yang digunakan bermasalah. Kami taunya baik-baik saja,” ujarnya.

Arief berharap segera ada pertemuan warga, Pemerintah Desa Patemon, developer dan Pemerintah daerah. Sebab, tanggung jawab sepenuhnya persoalan tersebut di pihak developer. “Kalau untuk perumahan tidak ada masalah, yang sengketa hanya akses masuk. Kami ingin agar masalah ini segera diselesaikan,” tambahnya. (ria/fth)

Baca juga:  Lahannya Tak Bisa Ditanami, Petani Rawapening Tuntut Kompensasi BBWS

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya