alexametrics

Sehari, 20 Sapi Perah Terserang PMK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai menyerang sentra sapi perah di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Dalam satu hari, setidaknya 20 sapi terserang penyakit tersebut. Sapi bahkan tidak bisa berdiri sehingga menyebabkan kerugian besar bagi peternak. “Kasus penyebarannya sangat cepat, dalam sehari sebanyak 20 sapi perah bisa terjangkit PMK,” kata  Camat Getasan, Kabupaten Semarang Istichomah.

Sejumlah peternak terpaksa menjual murah sapi yang terkena PMK. Tentunya peternak menanggung kerugian cukup besar. Sapi terjangkit PMK berada di kandang perorangan, di desa-desa lereng Gunung Merbabu. Seperti Desa Kopeng, Tolokan, dan lainnya. Persebaran PMK diduga akibat lalu lintas hewan ternak dari daerah lain saat peternak membeli sapi dari Boyolali. Kasus awal salah satu peternak Desa Tolokan membeli sapi dari Boyolali dan sampai di rumah sapi tidak mau makan.  “Peternak langsung mengembalikan sapi. Tapi semalam langsung menular tiga sapi lainnya di kandang,” tambahnya.

Baca juga:  Pensiunan Efektif Teruskan Sosialisasi

Pemerintah Kecamatan Getasan bersama dinas terkait terus menggelar edukasi dan sosialisasi pencegahan dan penanganan PMK pada kelompok peternak. Agar masyarakat tidak panik.  Wabah PMK mengganggu produktivitas susu sapi segar .

Relawan Penanganan PMK Getasan, Mukhlas Yasi Alamsyah mengatakan, jumlah sapi terindikasi PMK ada di 12 dusun dan mencapai 120 ekor. Hampir setiap hari ada laporan warga yang ternaknya terindikasi PMK. Hal itu berimbas produktivitas susu menurun. “Jika satu ekor sapi kehilangan produktivitas susu hingga 10 liter, maka dari 120 ekor sapi penurunan bisa mencapai 1.200 liter susu,” tambahnya. (nun/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya