alexametrics

Tutup Sejak Pandemi, Fasilitas Curug 7 Bidadari Terbengkalai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Wisata Air Curug 7 Bidadari di Desa Keseneng, Sumowono, ditutup sejak awal pandemi. Sekarang kondisinya banyak fasilitas yang kurang terawat.

Wisata yang dibuat sejak 2009 dan diresmikan tahun 2010 ini sempat menjadi jujukan pelancong. Tahun 2020 sempat direnovasi untuk relokasi warung yang ada di area wisata. Setelah pembangunan selesai, pandemi Covid-19 datang dan wisata akhirnya tutup hingga sekarang.

“Dulu pas ada pembangunan kan biar masyarakat ada tempat jualan yang layak. Tapi pandemi malah datang dan akhirnya sepi mas,” ujar Siti Aliyah, warga setempat.

Siti mengatakan, walaupun wisata Curug 7 Bidadari ini tutup. Masa libur Lebaran kemarin banyak kunjungan. “Libur kemarin cukup ramai mas yang datang, ” katanya.

Baca juga:  Enam Lawyer LPAI Dampingi Anak Korban Kekerasan Seksual

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah fasilitas penunjang di wisata Curug 7 Bidadari ini terlihat tidak terawat. Seperti ruko dan satu aula. Bangunan toilet masih berdiri kokoh, namun air di dalamnya mati. Di dekat lokasi curug ada sebuah pembangunan. Rencananya lokasi tersebut akan menjadi spot wisatawan.

“Itu milik pribadi mas bukan milik desa. Kalau milik desa mulai dari aula sampai musala,” ucapnya.

Dulunya banyak warga yang membuka warung di area objek wisata. Namun semenjak ditutup, warga pun ikut menutup warungnya karena sepi pengunjung. Hanya ia yang masih bertahan. Ia berharap nantinya wisata ini bisa hidup kembali agar bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar.  (cr5/zal)

Baca juga:  Sampah 3,8 Ton Diangkut dari Sungai Katang dan Bugisan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya