alexametrics

Pintu Air Tuntang Dibuka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Perjuangan petani Rawa Pening untuk bercocok tanam akhirnya membuahkan hasil. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana membuka pintu air Tuntang.

Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, pembukaan pintu air sesuai tuntutan petani. Pembukaan pintu air dilakukan bertahap. Sebab, jika dibuka langsung dan terus menerus dimungkinkan wilayah hilir di Demak dan Grobogan akan menjadi korban. “Ini kita buka bertahap, secara simulasi agar 1 Juni nanti petani bisa tanam,” katanya

Rawa Pening masuk dalam 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional. Pencemaran Rawa Pening sangat tinggi sehingga membutuhkan revitalisasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 365 Tahun 2020 penetapan garis sempadan 50 meter dari elevasi banjir tertinggi yang pernah terjadi ke arah daratan. “Tujuan utamanya mengembalikan fungsi danau, termasuk mengamankan masyarakat dari banjir,” ujarnya.

Baca juga:  247 Lansia Diajari Membatik

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menambahkan petani Rawa Pening masih dibebaskan PBB selama belum menanam. Selain itu, bantuan beras terus dikirim secara berkala. “Tadi sudah kita buka pintu airnya. Sehingga Juni nanti bisa menanam,” katanya.

Koordinator Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) Sulistiyono mengatakan, penutupan pintu air Tuntang berdampak sekitar 2.000 petani di empat kecamatan. Yakni Banyubiru, Bawen, Tuntang, dan Ambarawa. “Mereka tidak lagi bisa menanam padi. Totalnya ada di 14 desa,” katanya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya