alexametrics

Sakit Hati, Tega Habisi Nyawa Temannya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Hanya karena sakit hati, DS, 22, warga Beringin, Kabupaten Semarang, tega menghabisi nyawa temannya. Bahkan membiarkan mayatnya tergeletak di jalan area perkebunan PTPN IX Begosari, Dusun Senggrong, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Mayat korban kali pertama ditemukan Wiji Kasmin yang akan mencari rumput pada Minggu (1/5) sekira pukul 08.00. Wiji langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas keamanan PTPN IX yang bernama Farikun. Kemudian melapor ke Polsek Bringin.

Dari hasil penyelidikan, diketahui korban bernama Suroyo (SR), 51, warga Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dan berjarak sekitar 6 meter dari sepeda motor Yamaha R15 bernomor polisi AD 6989 WV.

Baca juga:  Dewan Minta Parkir Liar Truk di Kompleks Stadion Wujil Ditertibkan

Selain itu, ditemukan juga uang tunai Rp 622.000. Di dekat korban terdapat sepasang sandal jepit bermerek swalow warna hitam. Lalu sebuah batu yang ada bercak darahnya.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, diketahui korban menderita luka robek kurang lebih dua sentimeter pada kepala bagian belakang. Selain itu, kepala bagian belakang juga terlihat luka memar. Dari temuan tersebut, Polres Semarang melakukan penyelidikan selang lima hari misteri penemuan mayat tersebut terungkap.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika saat ditemui mengatakan, pelaku pembunuhan sudah ditemukan dan diamankan. Motif dari pembunuhan tersebut karena didasari rasa sakit hati pelaku DS kepada korban SR yang tidak memberikan uang sesuai janji, setelah meminjam KTP pelaku sebagai syarat gadai kendaraan.

Baca juga:  Pandemi, Seluruh Layanan BPJAMSOSTEK Tak Berhenti

Pelaku kemudian membunuh dengan menusuk bagian leher korban menggunakan pisau. “Sudah kami amankan. Betul itu korban pembunuhan. Saat ini sedang kami lakukan penyelidikan lanjutan dengan pelaku,” ungkapnya, Sabtu (7/5).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agil Widyas Sampurna menambahkan, kronologi kejadian tersebut bermula pada Sabtu (30/4). Kala itu, korban ditemani saudara Zaini, berangkat beriringan menggunakan sepeda motor sendiri-sendiri dari Temanggung menuju ke Kecamatan Bringin.

Keberangkatan tersebut untuk menggadaikan sepeda motor Honda Beat milik korban. Sesampainya di Bringin, korban bersama Zaini bertemu Heru yang akan menerima gadai motor korban sebesar Rp 4 juta dengan menggunakan KTP pelaku.

Korban bersama Zaini bertemu pelaku di Masjid Karanglo, Kecamatan Bringin. Selanjutnya korban meninggalkan Zaini di Masjid Karanglo untuk pergi bersama pelaku menggunakan sepeda motor Zaini. Setelah ditunggu hingga pukul 22.00, Zaini menelpon korban tentang keberadaannya. Namun handphone korban sudah tidak aktif, dikarenakan sudah malam. Zaini pun kembali ke Temanggung menggunakan angkutan umum.

Baca juga:  Balap Liar, 19 Remaja Diamankan, Seorang Bawa Sajam

“Nah, besoknya baru ditemukan mayat korban di perkebunan oleh warga. Awalnya mengira korban kecelakaan. Namun kami menemukan kejanggalan saat hasil otopsi keluar,” pungkasnya.

Agil juga menjelaskan penangkapan pelaku dilakukan atas kerjasama dengan Polres Temanggung dan Tim Jatanras Polda Jateng. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam minimal 15 tahun penjara karena pembunuhan. (ria/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya