alexametrics

Wisata Sepi, Petani Krisan Bandungan Tetap Bertahan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Minimnya jumlah wisatawan kebun bunga di kawasan Bandungan berdampak pada penurunan pendapatan petani bunga krisan. Bahkan banyak lahan yang semula menjadi spot foto dengan bunga krisan, sekarang semakin tidak terawat dan memprihatinkan.

Sejumlah tempat wisata taman bunga seperti Setya Aji Flower Farm dan Kampung Krisan Clapar tutup. Salah satu petani bunga krisan asal Desa Jetis, Sunarno mengatakan, tempat wisata Setya Aji sudah sepi pengunjung sejak awal pandemi Covid-19. “Kalau lahan wisata milik pribadi, jadi tergantung warga yang punya. Ingin menanami kembali atau tidak merawatnya,” ungkapnya.

Sunarno mengaku dirinya mulai menjadi petani bunga krisan di tahun 2000-an. Saat itu belum terbentuk wisata Setya Aji Flower Farm. Menurutnya, ada dua penyebab vakumnya wisata yang satu ini. Pertama, terdapat perbaikan akses jalan menuju wisata. Setalah perbaikan rampung, pandemi Covid-19 mulai datang.

Baca juga:  Nyelonong, Minibus Dihantam Kereta Wisata

Sekarang lahan-lahan yang dulunya menjadi wisata bunga masih dimanfaatkan oleh para petani menanam bunga krisan. Walaupun wisata saat ini tutup, namun masih tetap bertani. “Soalnya saya juga petani awalnya, bahkan sudah sejak dulu sebelum ada tempat wisata ini,” katanya.

Selain bunga krisan, ada beberapa tanaman bunga yang ditanam warga sekitar. Namun mayoritas lahan ditanami bunga krisan. Menurut Sunarno, selain Desa Jetis, ada beberapa wilayah yang memiliki lahan untuk bunga krisan seperti Dusun Clapar, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, dan daerah Sumowono.

Sementara Triyani, petani asal Desa Jetis mengatakan, tanaman bunga krisan cocok di tanam di area dataran tinggi. Namun ada beberapa treatment yang harus dilakukan supaya bisa berkembang bagus. “Salah satunya pencahayaan. Itu penting buat perkembangan tanaman bunga krisan,” katanya.

Baca juga:  Tingkatkan Pendidikan Anak Usia Dini

Selain itu perlu penggunaan insektisida dan fungisida. Dikarenakan bunga krisan rentan terkena hama penyakit dan menyebabkan petani gagal panen. “Namun ada hama yang belum bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Saat ini harga bunga krisan di pasaran bisa mencapai Rp 35 ribu per ikat. Biasanya digunakan untuk dekorasi yang memerlukan peranan bunga. Namun semenjak pandemi, permintaan akan bunga krisan ikut menurun. (cr5/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya