alexametrics

Pentas Seni Jadi Ikon Desa Wisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Warga Desa Muncar tetap konsisten menggelar pentas seni budaya. Langkah itu sebagai upaya untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya baik tradisi dan bahasa kepada generasi milenial. Bahkan, pentas kesenian menjadi ikon sebagai desa wisata.

Kepala Desa Muncar, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang Muhammad Khoirudin Bagas mengakui pandemi membuat aktivitas di desa wisata mandek. Sempat ditutup. Tapi tidak menyurutkan semangat masyarakat desa muncar untuk terus menjaga dan melestarikan budaya tradisi. “Sebagai wadah dari komitmen tersebut kami wujudkan dengan membuka pelatihan pranotocoro pambudi sabdo atau bisa dibilang sekolah budaya di desa kami,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah budaya gratis bagi masyarakat. Bahkan, diluar dugaan animo masyarakat sangat besar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dalam pranotocoro pambudi sabdo di desa muncar digelar berlatih tata rias busana jawa, budi pekerti jawa, hingga penggunaan bahasa jawa dalam kehidupan sehari hari. “Ada 60 peserta ikut, tetapi hanya 26 orang yang sampai rampung. Mereka berasal dari beberapa daerah sekitar seperti Salatiga, Boyolali dan Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Baca juga:  Penempatan Pejabat di Pemkab Semarang Berdasarkan Sistem Merit

Khoirudin Bagas menilai sangat pentingnya pelatihan pranotocro pambudi sabdo. Sebab, dampaknya langsung dirasakan masyarakat sekitar. Melalui pelatihan bisa memahami bagaimana pengucapan dan arti dalam bahasa jawa yang benar.

“Kami juga ingin agar tradisi budaya bisa semakin tumbuh dan desa wisata Muncar bisa menjadi salah satu desa wisata budaya yang bisa memberikan edukasi kepada generasi penerus bangsa,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya