alexametrics

Musim Hujan, Hasil Panen Menurun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Sejumlah petani kentang di Getasan mengeluh kualitas panen menurun. Salah satu petani Dusun Cuntel Widarto mengaku saat musim penghujan petani kentang harus siaga. Untuk menjaga kualitas panen harus dibantu obat kimia. Dalam sehari bisa menghabiskan 15 tangki. “Jika tidak dikasih obat, pasti kualitas menurun, karena sedang musim hujan,” katanya.

Ia mengakui sebenarnya penggunaan obat boros. Dalam sekali penyemprotan obat bisa menghabiskan Rp 400 ribu. Sementara kentang memiliki jangka waktu 80 hari untuk masa pertumbuhan dan panen. Harga kentang di pasaran mencapai Rp 15 ribu per kg. “Kalau untuk penjualan sudah ada tengkulak yang selalu menerima hasil panen. Lebih simpel dan pasti terjual,” akunya.

Baca juga:  Polres Semarang Siagakan Pasukan Keliling RT

Petani asal Dusun Thekelan Suryono mengatakan, lahan budidaya kentang di area Kopeng tidak begitu luas. Meski begitu, hasil panen cukup melimpah karena banyak yang menjadi petani kentang. Produktivitas kentang di Getasan khususnya varietas granola bisa mencapai 15 hingga 16 ton per hektar “Tapi kalau musim hujan, petani kentang sedikit. Karena takut hasil panen menurun,” tambahnya. (cr5/fth)  

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya