alexametrics

Pemkab Semarang Bentuk Tim Khusus Cegah Night Ride

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemkab Semarang membentuk tim khusus mencegah pelajar terlibat dalam aksi berkendara malam hari atau night ride. Rata-rata pelajar yang ikut merupakan pelajar SMP.

Tidak sekadar komunitas motor, tetapi dijadikan ajang balap liar dan freestyle. Pelajar SMP 2 dan SMPN 3 Ungaran sudah menjadi korban dalam aksi night ride tersebut.

“Kami sudah bentuk tim khusus sebagai upaya mencegah anak-anak terlibat dalam night ride,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Sukaton Purtomo Priyatmo saat meninjau try out di SMPN 1 Bergas.

Ia menambahkan, night ride tengah digandrungi pelajar SMP. Sudah ada laporan terkait aksi yang membahayakan pelajar tersebut. Setelah dilakukan observasi lapangan ternyata night ride dijadikan ajang trek-trekan. Anak-anak mengikuti salah satunya dipicu dari PJJ 50 persen.

Baca juga:  Irigasi Dangkal, Rumah Warga di Dusun Krajan Sering Kebanjiran

“Jika daring siswa mikirnya besok libur. Jadi mereka sering berkumpul membuat komunitas semacam night ride. Saat jalan sepi dan ada kesempatan melaju jadi trek-trekan,” ujarnya.

Biasanya, pelajar keluar diatas pukul 20.00. Para siswa juga sebelum melakukan night ride kongsi atau janjian terlebih dahulu di tempat yang ditentukan. Setelah itu touring keliling ke arah Salatiga. Pihaknya tengah membahas persoalan tersebut dengan Bupati Semarang. “Tidak bisa dibiarkan. Kita laporan ke Pak Bupati dan tentunya akan ada surat edaran ke orang tua,” tambahnya.

Plt Kepala Sekolah SMPN 1 Bergas yang juga Kepala Sekolah SMPN 3 Ungaran Sarbun Hadi Sugiarto membenarkan siswanya menjadi salah satu korban tren night ride. Saat ini ia lebih mengupayakan adanya PTM 100 persen untuk siswa.

Baca juga:  Tembakau Gorila Diproduksi di Bandungan, Diedarkan hingga Papua

Dalam waktu dekat sekolah akan menggelar Ujian Sekolah. “Saat ini siswa sedang latihan atau tryout untuk persiapan. Karena memang efektifnya siswa hanya satu semester. Banyak yang harus kita kejar,” akunya.

Sarbun mengatakan tambahan pelajaran jelang Ujian Sekolah dilakukan dengan sistem daring. Hal itu untuk memaksimalkan nilai akhir untuk keputusan kelulusan siswa. Ada 284 yang mengikuti tryout. Sehari siswa mengerjakan dua mata pelajaran. “Inikan jadi salah satu penentuan kelulusan jadi kami upayakan agar siswa bisa lebih maksimal,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya