alexametrics

Beli Minyak Goreng Harus Tunjukan KTP

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Stok minyak goreng di pasar tradisional di Kabupaten Semarang sangat minim. Pasokan berkurang dan untuk pembelian dari distributor dibatasi. Itupun pedagang hanya mendapatkan jatah satu jeriken dan harus menunjukan e-KTP.

“Sudah satu pekan tidak mendapatkan pasokan minyak goreng curah. Sempat ada jatah satu jerigen tapi belinya harus menunjukkan e-KTP,” aku Pedagang pasar Bandarjo Ungaran Hangi, 51, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengaku stok minyak goreng curah yang didapat tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Biasanya kebutuhan 12 jeriken dan tiap kilogram dijual antara Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu. Tetapi saat ini tidak mendapatkan jatah dan hanya menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp 25 ribu per liter. “Penjual gorengan lebih milih minyak curah, karena irit harganya,” tambahnya.

Baca juga:  Hibah Tempat Ibadah dan Pendidikan Agama Rp 6 M

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fathika melakukan pemantauan harga dan stok minyak goreng di pasar tradisional. Ia mengatakan saat ini kebutuhan sembako masyarakat tercukupi namun ada keterbatasan ketersediaan minyak goreng. “Masyarakat harus tetap tenang, karena stok memang sedikit,” katanya.

Kapolres meminta tidak ada yang bermain dengan penimbunan bahan pokok. Pihaknya akan terus terjun ke pasar untuk memastikan ketersediaan stok kebutuhan masyarakat. “Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tercukupi dan memastikan tidak ada penimbunan,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya