alexametrics

Pelaku UMKM Garap Pasar Digital

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pandemi, membuat pelaku UMKM di Kabupaten Semarang semakin kreatif. Salah satunya dengan mulai fokus untuk menggarap pasar berbasis digital. dengan begitu, semua produk UMKM bisa dipasarkan dan bisa mendongkrak penjualan.

Ketua UMKM Center Kabupaten Semarang Kisnarko mengaku sudah memiliki lima cluster UMKM. Yakni cluster kerajinan, makanan kemasan, kuliner, fashion, dan craft. Cluster yang paling terdampak yaitu bagian kerajinan dan fashion.

Sebelum pandemi para UMKM memiliki omset yang bagus. Begitu dilanda pandemi Covid-19 menurun hingga 75 persen. “Namun agak terbantu dengan bantuan pemerintah meskipun hanya cukup untuk sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku UMKM terbantu dengan program-program pemerintah seperti Lapak Pak Ganjar. Selain sektor kerajinan dan fashion, sektor kuliner dan makanan kemasan pun ikut terdampak. Namun tidak sebesar kerajinan dan fashion. “Kalau makanan menjadi kebutuhan sehari-hari jadi masih bisa jalan. Namun tingkat beli masyarakat masih rendah,” tambahnya.

Baca juga:  Anggota DPR Apresiasi Kinerja BPR Arto Moro

UMKM Center Kabupaten Semarang memiliki 650 anggota terbagi dalam lima cluster. Meski begitu, masih banyak UMKM yang belum tersentuh pemerintah dan belum bergabung di UMKM center.  “Kalau dari dinas, UMKM yang sudah terserap mungkin 50 persen saja yang bisa dikondisikan,” ujarnya.

Sebelum pandemi, UMKM Center sering melakukan bazar atau pameran di Pusat Industri Kecil dan Kerajinan (PIKK) Kecamatan Tuntang hingga di luar kota. Setelah pandemi semua kegiatan pameran dan bazar ditiadakan. “Pertengahan pandemi sempat ada bazar. Tapi saya rasa kurang greget,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya memberikan program-program pemberdayaan dan pengembangan. Saat ini pemerintah gencar melakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM terutama masalah marketing dan pemasaran.  Pelaku UMKM sudah dirasa mampu untuk melakukan produksi.

Baca juga:  Korsleting, Satu Rumah di Dusun Seden Ludes

Namun di sisi pemasaran masih lemah. UMKM Center sering menyarankan bagi pelaku usaha harus bisa mengikuti perkembangan jaman. Agar mereka tidak kalah saing dengan produk-produk yang sudah ternama.  “Sekarang mau tidak mau harus pindah ke online. Jadi pasar online dan pasar offline sama-sama bisa berjalan bareng,” katanya.

November 2021 UMKM Center meresmikan Warung Serasi untuk meningkatkan omset pelaku usaha. Beberapa produk-produk UMKM di pajang. Tetapi karena gedung PIKK Tuntang akan dibongkar, Warung Serasi akhirnya diberhentikan dahulu.

Kedepan berbagai produk hasil usaha masyarakat akan didistribusikan ke tempat wisata dan supermarket di Kabupaten Semarang. “Untuk objek wisata produk UMKM sudah masuk di wisata Saloka dan Dusun Semilir,” tambahnya. (cr5/fth)

Baca juga:  Realisasi PBB Kabupaten Semarang Mencapai Rp 57 Miliar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya