alexametrics

Pemkab Semarang Bentuk Tim Reaksi Cepat Kebencanaan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang terus meningkatkan penanganan bencana dan meminimalisir kerusakan usai bencana. Selain itu Bupati Semarang membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk meningkatkan pertolongan pertama saat bencana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto mengatakan tim reaksi cepat (TRC) penanganan bencana harus bekerja keras dalam mengurangi tingkat kerusakan akibat bencana. TRC terdiri dari organisasi perangkat daerah terkait kebencanaan perlu menjalin sinergi dengan BPBD selaku instansi utama penanganan bencana daerah.

“Tim reaksi cepat dibentuk berdasarkan SK Bupati Semarang. Bencana itu terkait jiwa manusia yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya saat membuka kegiatan pengembangan kapasitas TRC bencana Kabupaten Semarang di Tuntang, Selasa (22/2).

Baca juga:  Geger! 50 Bangkai Ternak Dibuang di Sungai Serang Kabupaten Semarang

Ia menambahkan, penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai instansi pelopor, BPBD melaksanakan tugas penanganan bencana kesempatan pertama. Selanjutnya fase rekonstruksi dan rehabilitasi, perlu dukungan OPD terkait. Seperti pembangunan rumah korban tanah longsor atau jembatan rusak memerlukan peran DPU dan instansi lain. “Tentunya kita perlu kerjasama dan koordinasi hingga tingkat desa,” ujarnya.

Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, kegiatan selama dua hari untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota tim dan relawan penanganan bencana. Sehingga bisa mengurangi kerugian material maupun korban jiwa.

Peserta dari OPD terkait kebencanaan diantaranya DPU, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Damkar, Dinas Pertanian dan Bagian Hukum Setda. Selain itu seluruh Kasi Trantib kecamatan dan kepala desa rawan bencana. “Tugas TRC melakukan pengkajian cepat di lokasi bencana dan kemungkinan rekomendasi status darurat bencana,” tambahnya.

Baca juga:  BPBD Temanggung Drop Air Bersih 188 Tangki

Kepala Desa Sepakung, Banyubiru, Ahmad Nuri yang mengikuti kegiatan mengaku akan menyediakan mobil siaga yang dibiayai Dana Desa. Sarana itu penting karena potensi bencana alam di desanya tinggi. “Kendaraan akan membantu warga ke fasilitas kesehatan yang jauh dari desa,” akunya. (ria/fth)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya