alexametrics

Alun-Alun Kalongan Berdiri Megah, Dongkrak Ekonomi Warga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berbenah. Tepat di HUT Ungaran ke-38 berhasil membangun alun-alun Kalongan dengan megah dan indah. Alokasi pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jawa Tengah dengan menggunakan tanah milik Desa/Aset Desa.

Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru ini diharapkan bisa bermanfaat bagi warga Kabupaten Semarang. Tidak sebatas ruang beraktivitas ramah lingkungan, tapi harus bisa menumbuhkan ekonomi. “Ini sudah dibangun megah, jadi harus bisa mendongkrak ekonomi warga,” tegas Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Kepala Desa Kalongan Kecamatan Ungaran Timur Yarmuji mengatakan alun-alun baru menambah kekuatan bagi warga. Sebab, alun- tersebut disiapkan sekaligus untuk area parkir kendaraan yang hendak berwisata di Desa Kalongan.

Baca juga:  Sebelum Vaksin, Ngesti Dicecar 16 Pertanyaan

“Di ulang tahun Kota Ungaran, Ungaran Timur sudah mendapat hadiah alun-alun. Alhamdulillah fasilitas ini yang menguatkan kami terutama di bagian desa wisata. Alun-alun Kalongan juga berkonsep seperti rest area,” akunya.

Warga sangat antusias, karena alun- alun tentu bisa meningkatkan perekonomian. Sebab, warga tengah mengembangkan desa wisata di sekitar Kalongan. Kebijakan tempat wisata diperbolehkan buka saat Nataru juga menjadi angin segar bagi warga Kalongan. “Bisa jadi icon baru untuk foto-foto minimal warga lokal, lanjut ke warga luar Ungaran Timur dan luar Kabupaten Semarang. Sehingga keuntungan dirasakan warga,” tambahnya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mewanti-wanti agar warga menjaga fungsi RTH. Ruang terbuka hijau (RTH) yang juga biasa disebut dengan Green Open Space harus tetap pada fungsinya. Kesejukan tanaman akan menjadi area resapan air serta mampu meredam kebisingan. “Jangan disalahgunakan. Melakukan aktivitas di sana boleh tapi tidak merusak,”tegasnya.

Baca juga:  Hari Pertama Server PPDB Sempat Ngadat

Politisi PDI Perjuangan ini meminta warga mempunyai rasa memiliki. Sehingga Ruang terbuka bisa digunakan melestarikan budaya misalnya dengan pentas seni terbatas. “Kedepannya semoga setiap kecamatan memiliki ikon alun-alun,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya