alexametrics

Disabilitas Masih Kesulitan Dapat Akses Pelayanan Publik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya melindungi disabilitas. Saat ini Pemkab Semarang tengah membahas rancangan peraturan daerah perlindungan penyandang disabilitas. Sebab, penyandang disabilitas masih belum mendapatkan perhatian dan kesulitan dalam mengurus administrasi publik.

Staf ahli Bupati Semarang Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Prasetyo mengatakan peraturan formal diharapkan dapat menghilangkan stigma dan perlakuan diskriminatif terhadap kaum difabel.  Ia mengakui di Kabupaten Semarang masih ditemui kelompok masyarakat yang belum faham ketika berkomunikasi dengan kaum difabel. “Hal itulah yang membuat Pemkab Semarang berusaha menyamakan kesetaraan dengan adanya UU perlindungan disabilitas,” katanya.

Ia menambahkan, masih ada yang belum paham bagaimana berkomunikasi dengan teman-teman disabilitas. Salah-salah bisa menyinggung teman-teman disabilitas. Pihaknya sedang berusaha untuk melindungi disabilitas. “Sehingga kawan disabilitas mendapatkan hak serupa dengan yang lain,” ujarnya.

Baca juga:  847.500 Kendaraan Diprediksi akan Masuk Wilayah Kabupaten Semarang

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang, Slamet Riyadi menambahkan kesulitan akses pelayanan publik dirasakan kaum difabel. Sehingga para difabel kesulitan ketika harus mengurus administrasi sendiri.

Tentu butuh pendamping, namun teman difabel yang tidak memiliki saudara terpaksa hanya menunggu bantuan dari tetangga atau inisiatif dari pemerintah desa. “Kami ingin agar kaum difabel dapat mengakses seluruh pelayanan publik. Baik fasilitas mampu komunikasinya,” tambahnya.

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Widi Winarsih menambahkan data di Dinas Sosial tercatat ada 6.389 penyandang disabilitas. Mereka tersebar di 19 kecamatan. Pada tahun 2021, lewat Dinsos, telah diberikan bantuan pelatihan keterampilan produktif membatik dan 13 kursi roda. “Tahun depan akan dilakukan pelatihan elektronik untuk 36 orang dan bantuan 50 kursi roda,” tambahnya. (ria/fth)

Baca juga:  Antrean Pemudik di Rest Area Capai 3 Km

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya