alexametrics

Realisasi PBB Kabupaten Semarang Mencapai Rp 57 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Realisasi perolehan pendapatan sektor Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Kabupaten Semarang tahun 2020 mencapai Rp 57 miliar. Jumlah itu melebih target yakni sebesar Rp 55 miliar. Besarnya pendapatan  membuktikan warga Kabupaten Semarang sudah tertib membayar PBB.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan perangkat desa yang secara konsisten taat mengajak warga membayar PBB P2 tepat waktu harus dipertahankan. Untuk itu, pihaknya menggagas pemberian program pembangunan khusus kepada desa/kelurahan yang lunas PBB P2 sesuai tenggat.

Progam itu nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi masing-masing desa atau kelurahan. “Perolehan itu nantinya juga dikembalikan kepada desa untuk membantu pembangunan di wilayah masing-masing. Jadi harus dipertahankan,” katanya.

Baca juga:  Langgar Jam Operasional, Dua Tempat Usaha Ditutup Paksa

Ia menambahkan, desa berprestasi lunas PBB tercepat untuk baku diatas Rp 100 juta adalah Desa Plumutan, Pucung dan Wonokerto Kecamatan Bancak. Sedangkan dibawah baku Rp 100 juta adalah Desa Siwal Kecamatan Kaliwungu, Kuwarasan Kecamatan Jambu dan Jlumpang Kecamatan Bancak. Untuk Kecamatan berprestasi pelunasan PBB P2 adalah Bancak, Bringin dan Susukan. “31 desa yang lunas sebelum jatuh tempo pembayaran PBB P2 diberikan penghargaan,” tambahnya.

Plt Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Rudibdo menambahkan langkah meningkatkan pendapatan PBB lainnya melalui reklasifikasi atau penilaian ulang obyek dan subyek baru. Langkah dinilai efektif dilaksanakan pada tanah atau bangunan yang mengalami perubahan bentuk dan fungsi serta nilai ekonomis. “Ini sebagai upaya menekan potensi kebocoran maupun keterlambatan pembayaran juga digiatkan,” ujarnya.

Baca juga:  UNW Angkat Peni Ngesti Nugraha sebagai Bunda PAUD

BKUD juga melaksanakan pemutakhiran basis data untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan PBB P2. Pihaknya juga menggandeng Bank Jateng Cabang Ungaran, BRI dan Bank Mandiri. “Dengan mendekatkan dengan wajib pajak, masyarakat bisa semakin tertib,” tambahnya. (ria/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya