alexametrics

Warga Sambut Baik Festival Gedongsongo 2021

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kabupaten Semarang – Sejumlah warga maupun pelancong menyambut baik Festival Gedongsongo yang pada Selasa (23/11/2021), resmi dibuka oleh Biupati Semarang, H. Ngesti Nugraha SH, MH. Tahun ini, kegiatan yang digelar oleh Dinas Parisata Kabupaten Semarang tersebut, diselenggarakan secara langsung. Tidak lagi melalui virtual seperti tahun sebelumnya.

Pristyono, 45, warga Bandungan, Kabupaten Semarang, mengaku senang akhirnya Festival Candi Gedongsongo tidak lagi digelar secara virtual. Tadi saya lihat prosesi resik-resik candi, juga pergelaran seni tari,” kata Pristyono yang sengaja datang ke lokasi acara bersama anak istrinya.

Hal senada disampaikan Ira, 23, pelancong asal Semarang dan temannya, Ratih, 20, pelancong asal Kendal. Keduanya mendapat informasi akan diselenggarakannya event tersebut melalui kanal medsos.

“Ya sengaja ke sini (Gedongsongo) karena adanya festival. Biasanya kan kalau ada festival, berarti ada acara lain, selain hanya melihat-lihat candi,” kata Ira yang bekerja sebagai sales marketing di sebuah perusahaan swasta. Ratih, warga Brangsong, Kendal, mengaku sengaja mendatangi festival karena ingin membeli kerajinan khas Kabupaten Semarang. “Sekalian lihat-lihat candi, juga membeli kerajinan. Kan di sini, juga ada bazaar UMKM,” tuturnya.

Festival Gedongsongo dibuka oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH di damping Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika dan Forkopimda Kab Semarang. Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan kembali daya tarik wisata Gedongsongo yang vakum selama pandemi. “Tentu harapan kami, akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat sekitar,” kata Bupati Ngesti. Selama pandemic, protokol kesehatan (prokes) menjadi aturan ketat. “Tentu para pelancong tetap wajib memperhatikan prokes yang ketat,” kata Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika. Bupati Ngesti menyampaikan, Kabupaten Semarang saat ini berada di level 1 PPKM. Sebab, pelaksanaan vaksinasi covid-19 sudah cukup baik, mencapai 84 persen.

Kata Bupati Ngesti, Festival Gedongsongo 2021, menjadi ajang promosi tidak hanya objek wisata candi. “Tapi juga ajang promosi produk UMKM, seperti batik, cinderamata maupun produk yang merupakan ciri khas Kabupaten Semarang,” jelas Ngesti Nugraha. Festival Gedongsongo sekaligus upaya Pemkab Semarang mengangkat hasil-hasil pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juga meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Semarang.

Pembukaan festival dibuka dengan pemukulan gong dan pembukaan burung merpati oleh Bupati Ngesti dan diikuti oleh Kepala Disparta Dewi Pramuningsih dan para undangan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih menjelaskan, pelaksanaan Festival Gedongsongo diawali dengan proses membersihkan candi ke satu dengan air suci. Air tersebut diambil dari tiga mata air di Bandungan, Sumowono dan Jambu. Selama penyelenggaraan festival yang berlangsung dua hari, diberlakukan prokes cukup ketat. Hari kedua, Rabu (24/11/2021) bakal ditutup dengan pergelaran Sendratari Padmini. (isk)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya