alexametrics

PAPDESI Tagih Realisasi Dana Operasional Desa

Artikel Lain

RADARSEMARANG, Bandungan – Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Jawa Tengah menagih realisasi dana operasional desa. Padahal anggaran tersebut sangat dinanti para kepala desa (kades) untuk menambal biaya operasional. Salah satunya menggaji perangkat desa.

Persoalan dana operasional desa itu menjadi salah satu poin dalam musyawarah daerah (musda) I PAPDESI Jawa Tengah. Musda berlangsung di Griya Persada Bandungan, mulai 26-28 Oktober.

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAPDESI Wargiyati mengatakan, sampai saat ini dana operasional desa dengan besaran lima persen dari Dana Desa (DD) belum terealisasi. Sejak 2019 sampai sekarang belum juga cair. Saat ini mereka sedang memperjuangkan agar regulasi yang mengatur dana operasional desa bisa segera diterbitkan.

Baca juga:  Rute Baru Trans Jateng via Bandungan Dibuka

“Sesuai ketentuan PP tersebut, untuk menggaji perangkat desa itu hanya bisa diambilkan dari alokasi dana desa (ADD). Desa yang perangkatnya banyak, ADD-nya jelas nggak cukup. Sementara di sisi lain, PP tetap harus dilaksanakan. Maka, kami akan perjuangkan DD bisa melekat pada APBDes, biar desa tidak kesulitan keuangan,” ungkapnya Rabu (27/10).

Selain terkait dana operasional desa, hal lain yang menjadi perhatian PAPDESI adalah mengenai PP 11/ Tahun 2019 yang juga mengatur tentang gaji perangkat desa.

Terkait agenda Musda I DPD PAPDESI Jawa Tengah, Kades Ngrapah Banyubiru itu, berharap organisasi perangkat desa di Jawa Tengah ini bisa semakin solid. Dengan begitu, upaya untuk memperjuangkan kebijakan bagi kemajuan desa, suaranya akan didengar oleh pemerintah.

Baca juga:  Tak Terima Temannya Dijelek-jelekkan, Pemandu Karaoke di Bandungan Baku Hantam

Sementara itu Ketua Dewan Pembina PAPDESI Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual dalam kegiatan itu, berpesan kepda seluruh kades se-Jawa Tengah, untuk tetap menekankan kejujuran dan integritas saat melayani masyarakat.

“Saya titip betul, agar integritas dan kejujuran dijaga. Hati-hati dengan kolusi, korupsi dan nepotisme,” pesannya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu, mengungkapkan, menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Dalam perjalanannya pasti akan banyak tuntutan dari masyarakat. Para kades diminta ikhlas dan tabah. Ganjar juga mengingatkan kades merupakan ladang pengabdian.

“Jangan sampai membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. Saya harap PAPDESI ini bisa jadi contoh yang baik bagi warganya,” harapnya. (ria/zal)

 

Baca juga:  Nekat Gantung Diri di Pintu Bangunan Mangkrak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya