alexametrics

Khawatir Gempa Susulan, Warga Pojoksari Ambawara Masih Bertahan di Tenda Darurat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ambarawa – Gempa yang melanda wilayah Salatiga hingga Ambarawa masih terus terjadi hingga Minggu (26/10/2021) siang.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan gempa tektonik berdampak di 8 Kecamatan di Kabupaten Semarang. “Delapan wilayah kecamatan yang terdampak yakni, Jambu, Ambarawa, Tuntang, Bawen, Banyubiru, Getasan, Bandungan, dan Sumowono. BMKG mencatat hingga pukul 09.37 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa berskala kecil,” terangnya.

Gempa terjadi secara intens, menyebabkan sedikitnya lima rumah warga mengalami retak-retak hingga ambrol bagian belakang rumahnya. Adapun data laporan diterima BPBD pemilik kelima rumah tersebut, yakni Heru Prasetyo warga Dusun Busungan RT 04 RW 04 Tambakboyo kecamatan Ambarawa mengalami retak dinding.

Agung Subedjo warga Lodoyong RT 03 RW 05 kecamatan Ambarawa mengalami retak dinding. Juwarman warga Desa/Kelurahan RT 03 RW 01 Jambu Kecamatan Jambu mengalami retak dinding.

Maya warga Karang Kepoh RT 01 RW 03 Kelurahan Gondoriyo kecamatan Jambu sebagian atap dapur rontok. Eni warga Ngampin Kulon RT 01 RW 05 kecamatan Ambarawa mengalami retak dinding.

“Rumah warga yang terdampak gempa masih kita asassemen untuk tindak lanjut dan penanganan. Laporan lanjutan akan kita informasikan berkala. Warrga tetap tenang, jangan panik, dan termakan kabar tidak benar (hoaks, red),” jelasnya.

Terus terjadinya gempa susulan tersebut membuat cemas warga Ambarawa. Warga Pojoksari Ambarawa kemudian memilih mendirikan tenda dan bersiaga di luar rumah.

Ketua RT 5/RW 5 Lingkungan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang Yunawan Putranto mengatakan, ada lima tenda yang didirikan di jalan kampung.
“Kami sebetulnya memiliki 10 tenda, tapi ini yang dipasang lima tenda untuk antisipasi kalau ada warga yang membutuhkan,”jelasnya.

Yunawan mengatakan, tenda tersebut sebelumnya diperuntukkan untuk penanganan Covid-19, namun saat ini dipasang karena gempa susulan terus terjadi. Ia menjelaskan intensitas gempa sangat sering, meskipun tidak kencang.

Hal tersebut membuat warganya takut untuk tidur di dalam rumah. “Kita prioritaskan untuk yang keluarga. Kapasitas bisa lima orang,”terangnya.

Selain membangun tenda, untuk para pria juga diharuskan ronda malam hari. Pemandangan warga tidur didepan teras pun juga dilakukan warga Pojoksari yang tidak kebagian tenda.

“Kita menjaga lingkungan secara bergilir, karena kemarin intensitas gempa semakin sering, lima hingga 15 menit terus menerus kerasa ada getaran. Bahkan semakin keras getarannya, jadi kita siaga,” pungkasnya. (ria/bas)

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya