alexametrics

Benteng Pendem Ambarawa Segera Direvitalisasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ambarawa -Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah telah menyelesaikan proses ekskavasi di kawasan Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut guna menganalisis dan melakukan kajian terhadap struktur pondasi bangunan bersejarah peninggalan Belanda tersebut.

Kepala Pokja Pemugaran BPCB Jawa Tengah Eri Budiarto mengatakan, struktur pondasi Benteng Pendem Ambarawa dinilai masih cukup bagus dan kuat. Sehingga sangat memungkinkan bangunan peninggalan abad ke-19 tersebut untuk direvitalisasi. Sepanjang revitalisasi tersebut tetap mempertahankan arsitektur aslinya.

Menurut Eri, kajian dilakukan terkait dengan rencana revitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terhadap cagar budaya yang dibangun pada periode tahun 1834 hingga tahun 1845 itu.

Baca juga:  Kapolda Beri Semangat Warga Ambarawa yang Terdampak Gempa

“Revitalisasi harus mempertahankan arsitektur asli bangunan benteng yang pernah dijadikan markas besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tentunya nanti ada kajian lebih lanjut,” ungkapnya Kamis (7/10/2021).

Nantinya, semua kompleks bangunan bersejarah tersebut akan dikembalikan seperti semula. Termasuk fungsinya. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Ambarawa yang saat ini menempati salah satu bangunan di kompleks Fort Willem I juga akan dipindah.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya bakal merevitalisasi bangunan Benteng Fort Willem I Ambarawa untuk dioptimalkan sebagai objek wisata di sekitar Danau Rawapening.

Sebagai langkah awal pada tahun 2021 ini, telah dilaksanakan kajian untuk memerikasa kondisi struktur bangunan. “Penggambaran ulang bangunan serta kawasan benteng juga perlu dilakukan sebelum menyusun rencana revitalisasi,” tandasnya.

Baca juga:  Perlintasan Rel KA Ditutup, Warga Protes

Hal serupa diungkapkan Ketua TACB Kabupaten Semarang Tri Subekso. Pihaknya terus mengawal dan memantau proyek revitalisasi bagunan bersejarah tersebut. Terutama pada data update struktur bagunan yang dijadikan pegangan. (ria/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya