alexametrics

Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Semarang Ditambah Satu Jam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Jam pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Semarang bakal ditambah 60 menit. Kebijakan tersebut berdasar hasil evaluasi ujicoba PTM selama satu bulan terakhir. Di mana tidak ditemukan klaster Covid-19 di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo Priyatmo menjelaskan, kebijakan tersebut merujuk dari petunjuk DPRD dan hasil evaluasi PTM yang menunjukkan hasil baik. Pihaknya tengah menyiapkan tambahan waktu PTM siswa SD maupun SMP dengan masing-masing 60 menit.

Alhamdulillah semua lancar dan baik. Kita sudah diskusikan dengan dewan dan bupati, hasilnya kita akan menambah jam PTM. Tentu tujuannya untuk lebih membuat siswa fokus belajar. Tidak diburu waktu,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Rabu (6/10/2021).

Baca juga:  Relaksasi Iuran Bantu Perusahaan Pulihkan Ekonomi

Selain itu, lanjutnya, tambahan waktu juga membuat tenaga pendidik lebih fokus mengajar dalam satu materi. Terutama untuk mengejar ketinggalan materi para siswa.

“Meski hasilnya baik harus tetap waspada. Beberapa sekolah menerapkan test swab untuk tenaga pendidik dan siswa. Dan yang terpenting laporan harian ke kami untuk mengontrol,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Ungaran Lilik Nurcholis mengatakan, jam pelajaran menjadi empat jam dalam sehari. Teknis pelaksanaannya adalah dengan membagi siswa menjadi dua kelompok, berdasarkan presensi. Dalam satu hari kegiatan belajar mengajar (KBM) terdiri dari lima sampai delapan mata pelajaran (maple), dengan durasi 35 menit setiap mapelnya.

“Kalau dulu awal uji coba PTM dalam satu hari dibagi beberapa shift, dengan sistem ganjil genap. Saat ini diambil separo nomor urut presensi. Misal satu kelas ada 30 siswa, presensi nomor 1 sampai 15 hari ini PTM, sisanya besok. Jadi selang-seling sehari masuk sehari di rumah,” jelasnya.

Baca juga:  Nataru, Polres Semarang Siapkan Tiga Titik Filterisasi

Lilik menambahkan, meski tidak ada temuan kasus Covid-19 di lingkungan sekolah, pihaknya tetap melaksanakan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk melakukan deteksi dan proteksi bagi seluruh peserta didik, tenaga pendidik dan karyawan. (ria/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya