alexametrics

Penghasilan Terus Menurun, Pengusaha Angkutan Gulung Tikar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Perpanjangan PPKM membuat pengusaha angkutan umum terpaksa gulung tikar. Mereka menjual asetnya. Setelah penghasilan tiap hari terus menurun hingga 80 persen.

Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang Hadi Mustofa mengatakan, pengusaha transportasi umum dan awak angkutan mulai gelisah. Dari 1.200 armada tinggal 500 yang masih beroperasi. Itu pun harus bergiliran. Tak heran pengusaha transportasi  memilih mengandangkan armadanya lantaran sepi penumpang.

“Kalau semua jalan ya tidak ada penumpang. Jadi kita gilir. Saat ini sudah 30 persen pengusaha angkutan menjual armadanya,” ungkapnya saat ditemui Minggu (15/8/2021).

Pihaknya mengaku, sehari sopir hanya mendapatkan Rp 30 ribu. Sebelum pandemi pengdapatan bisa Rp 70 ribu. Biasanya sopir yang menyetorkan uang ke pemilik angkutan pun berhenti mengisi bensin. Pihaknya berharap Pemkab Semarang bisa membantu para sopir angkutan yang saat ini tidak memiliki pekerjaan. “Kalau suruh banyak pajak mereka kesulitan. Jadi aset bentuk mobil angkutan atau bis dijual. Percuma juga tidak bisa jalan,” tandasnya. (ria/zal)

Baca juga:  Angkutan Kota Nasibmu Kini, Biaya Bensin Rp 50 Ribu, Pendapatan Hanya Rp 20 Ribu

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya