alexametrics

Kasus Covid-19 Kabupaten Semarang Turun 85 Persen, Vaksinasi masih 26 Persen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang menunjukkan penurunan yang signifikan. Terbukti, data Juli jumlah kasus di angka 4.222. Namun hingga 15 Agustus kemarin, sudah di angka 500. Penurunannya 85 persen. Meski begitu Pemkab Semarang tak terlena.

Angka kasus belum sebanding dengan jumlah warga yang divaksin. Hingga kemarin masih 26 persen atau 223 ribu orang. Sementara targetnya 830 ribu orang.

Mengejar ketertinggalan vaksinasi, Bupati Semarang Ngesti Nugraha telah menyiapkan 56 titik vaksin. Lengkap dengan vaksinatornya.

“Sebelumnya 26 puskesmas saja. Ini kami tambah lagi masing-masing puskesmas ada dua titik. Beberapa klinik yang memenuhi syarat juga akan membantu,” katanya usai pembagian bantuan sosial bagi disabilitas di halaman kantor Dinas Perhubungan Minggu (15/8/2021).

Baca juga:  Tak Mau Divaksin, Petugas Kejar Nelayan Rawa Pening dengan Perahu

Ada 250 penyandang disabilitas yang menerima bantuan. Di hadapan bupati, para anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang, itu juga curhat telah kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

“Penyandang disabilitas itu termasuk kelompok rawan terdampak Covid-19. Kami semua berharap semoga peraturan Inmendagri mendatang ada kelonggaran agar perekonomian masyarakat kembali bangkit,” harapnya.

Sementara itu Rohadi, 40, warga Lemahireng, Bergas, mengaku sebelum pandemi dirinya bekerja sebagai pembuat springbed. Namun karena pandemi, tidak lagi. Penjualannya susah laku. Rohadi mengalami keterbatasan fisik sejak berusia dua tahun. Saat itu dia menderita polio dan tidak mendapat perawatan dengan baik.

“Dulu springbed sebulan bisa laku satu, harganya Rp 3,5 juta. Kalau truk oleng mainan itu harganya dari Rp 50.000 hingga Rp 160.000 tergantung ukuran dan kelengkapan,” katanya dihadapan bupati.

Baca juga:  Salahi Izin Operasional, CV Timbangan Budi Terancam Ditutup

Penghasilan membuat truk oleng, meski tak sebanyak saat membuat springbed, Rohadi mengaku beruntung masih memiliki penghasilan. Pemasaran sudah lumayan, sudah ada pembeli sampai Sukoharjo juga.”Ya memang penghasilan turun, tapi yang terpenting masih mendapat pemasukan,” tandasnya.

Sementara itu, disinggung mengenai vaksin pelajar, bupati menyatakan, pendataan masih berlangsung. Jika dosis dari provinsi maupun pusat datang, pihaknya siap melakukan vaksinasi bagi pelajar. (ria/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya