alexametrics


Patroli Malam Digencarkan, Sasar Tempat Nongkrong dan Rumah Makan

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang beberapa hari ini cukup signifikan. Menurut Bupati Ngesti Nugraha, salah satu sebabnya ketidakdisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Setelah pemkab melakukan  monitoring, penyebaran Covid-19 tersebut terjadi di klaster halal bihalal, sekolah, dan rumah tangga. Diketahui dari laporan Dinas Kesehatan saat ini ada 144 kasus. Sebelumnya 92 kasus. Kenaikan ini membuat pemkab mengambil langkah cepat untuk pembatasan aktivitas.

“Kalau dibiarkan naik terus. Makanya ini tadi kami langsung rapat, terutama sekolah (pembelajaran tatap muka/PTM), wisata, dan pasar. Sementara kami tutup dulu kecuali pasar Jetis yang buka jam tiga sore sampai delapan malam,” ungkapnya usai memimpin rapat di pendopo rumah dinasnya Senin (7/6/2021).

Kecamatan yang sedang menjadi sorotan Ngesti adalah Bandungan dan Pringapus. Tingkat penularan Covid-19 di dua kecamatan tersebut cukup tinggi. Ia sangat memahami risiko adanya penutupan objek wisata, namun berkaca dari kabupaten tentangga yang sudah masuk zona merah, yakni Demak, maka langkah tegas harus dilakukan. Ngesti juga meminta Polres Semarang gencar melakukan patroli.

“Kalau memang nanti ada satu RT atau lima KK positif (semoga saja tidak ada), bisa jadi kampung tersebut harus ditutup, tidak ada aktivitas dan orang keluar masuk,” tegasnya.

Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo mengatakan, patroli malam hari sedang digencarkan. Sasaran tentu tempat nongkrong anak muda dan rumah makan yang buka hingga malam. Pihaknya juga mulai mererapkan laporan di setiap kecamatan terkait pengembangan penanganan Covid-19. “Kami berharap masyarakat tidak ngeyel,” tandasnya. (ria/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer