alexametrics

Dirumah Aja Lur, Tempat Wisata di Kabupaten Semarang Tutup Selama Libur Lebaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Lima objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Semarang ditutup selama masa libur Lebaran sampai 17 Mei 2021. Penutupan dilakukan guna mencegah kerumunan pengunjung dan menekan penyebaran virus Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih mengatakan, penutupan telah dilakukan sejak hari Minggu (9/11/2021). Dewi mengungkapkan, sesuai keputusan Bupati Semarang, hanya restoran dan rumah makan termasuk yang di dalam lingkungan objek wisata yang diperbolehkan buka.

“Terkait penutupan objek wisata yang dikelola swasta, telah ada koordinasi untuk menghentikan operasionalnya. Lewat WhatsApp group, kami informasikan. Sehingga surat edaran Bupati Semarang yang memerintahkan secara resmi penutupan objek wisata dapat disampaikan dengan cepat,” ungkapnya.

Baca juga:  Gandeng BUMDes, Atur Tarif Wisata Air Senjoyo

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparta Ardiansyah Nurjulana menambahkan objek wisata kelolaan Pemkab Semarang yang ditutup diantaranya Candi Gedongsongo Bandungan, Museum Palagan Ambarawa dan Bukit Cinta Banyubiru. Sedangkan dua objek wisata air yakni Muncul Water Park dan Pemandian Muncul di Banyubiru sudah ditutup sejak awal pandemi Covid-19. “Mereka baru buka tanggal 18 Mei 2021 mendatang,” timpalnya.

Adapun data yang dimiliki Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang ada 50 objek wisata yang dikelola swasta yang tersebar di seluruh Kabupaten Semarang. Di antaranya Saloka Theme Park Tuntang, Wisata Alam Perantunan Bandungan, Curug Lawe Benowo Kalisidi Ungaran Barat, Doesoen Kopi Sirap Jambu, Dusun Semilir Bawen dan Taman Wisata Kopeng Getasan. Juga ikut tutup.

Baca juga:  Tekan Potensi Pelanggaran SKPD

Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan ada 570 pemudik yang tidak bisa menunjukan surat keterangan negatif dari hasil swab antigen, tujuh diantaranya positif. Setelah dilakukan tes di Puskesmas terdekat. Lima pemudik itu ditempatkan di rumah singgah Suwakul. Mereka berasal dari Kalimantan, NTB dan Boyolali dengan tujuan Ungaran Timur, Bandungan dan Ungaran Barat. Seorang pemudik dari Bekasi dengan tujuan desa Boto, Bancak ditempatkan di rumsing Hotel Garuda Getasan. Sedangkan satu pemudik positif dari Batang Bungo Tebo Jambi tujuan Brongkol Jambu menjalani isolasi mandiri oleh pemdes setempat. “Dari sinilah kami perketat penjagaan pemudik. Saat ini Kabupaten Semarang termasuk zona resiko sedang atau oranye. Tentu kami sudah berkoordinasi dengan Desa untuk lebih ketat lagi,”tegasnya. (ria/bas)

Baca juga:  Berburu Sunset di Goa Rong View

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya