alexametrics

Antisipasi Kebocoran, Pemkab Semarang Terapkan E-Retribusi Pasar

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Pemerintah Kabupaten Semarang mulai menerapkan pungutan retribusi pasar secara elektronik (E-Retribusi). Hal itu untuk menekan kebocoran. E-Retribusi akan diterapkan di 33 pasar tradisional secara bertahap. Saat ini baru enam pasar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang Heru Cahyono mengatakan, sebelumnya telah dilakukan ujicoba e-retribusi secara terbatas bagi puluhan pedagang di Pasar Bandarjo pada 2019 lalu. Hasilnya pun cukup baik.

“Selain itu, sistem elektronik ini juga untuk mengurangi kontak langsung antara petugas dan pedagang guna mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Tahun ini ada enam pasar tradisional yang menerapkan e-retribusi. Pasar Bandarjo, Karang Jati, Babadan, Suruh, Sumowono dan Pasar Warung Lanang Ambarawa.

Pembayaran retribusi nontunai secara elektronik akan menyasar 3.692 pedagang yang berniaga di enam pasar itu.

Heru menegaskan, pihaknya bisa melayani sekitar 12 ribu pedagang yang berjualan di seluruh pasar tradisional yang ada. “Ke depannya seluruh pasar harus menerapkan hal serupa. Ini masih bertahap,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Semarang Ngesti Nugraha menambahkan, langkah tersebut bisa memudahkan penghitungan potensi retribusi secara tepat. Dalam peresmian E-Retribusi di Pasar Bandarjo kemarin, bupati juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada seluruh pedagang. (ria/zal)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer