alexametrics

Kuatkan Jogo Tonggo, Atasi Klaster Sosbud

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ungaran – Munculnya klaster penularan Covid-19 melalui kegiatan sosial budaya (sosbud) masyarakat di Desa Pager mendapat perhatian khusus. Bupati besama Kapolres Semarang dan Dandim 0714 kemarin mendatangi kantor Desa Pager.

Kepala Dinkes Ani Raharjo menjelaskan, penularan virus dari warga lokal itu terjadi pada awal April lalu. Pihaknya langsung menjalankan penanganan. Mulai tracing, testing hingga treatment. Dilakukan puskesmas setempat. Hasilnya, ada 20 warga positif Covid-19. Kini mereka menjalani isolasi mandiri. Satu orang diantaranya dirawat di rumah sakit Boyolali.

Berdasarkan catatan Puskesmas Kaliwungu, per 21 April, sebelas orang sudah dinyatakan negatif, sementara delapan orang masih menjalani isolasi mandiri.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta kades dan aparat desa lainnya untuk memperkuat program Jogo Tonggo untuk mengatasi klaster sosial budaya.

Baca juga:  DPMPTSP Kabupaten Semarang Kenalkan Inovasi Digital Pengaduan Masyarakat

“Kami sedang monitoring seluruh desa. Minimal ada ruang isolasi. Terlebih Desa Pager. Sehingga klaster sosial budaya di lingkungan sekitar bisa direm,” ungkapnya usai keliling kantor desa.

Hal serupa juga dikatakan Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo. Pihaknya sudah menyusun tim jajarannya hingga ke tingkat polsek. Edukasi warga akan lebih digiatkan. Baik terkait protokol kesehatan maupun larangan mudik.

Sementara itu, Kades Pager Wachid Hasyim menjamin kebutuhan sehari-hari warga yang positif Covid-19 terpenuhi. Mereka tinggal menelepon tetangganya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga mereka bisa tetap menjalani isolasi.”Bahkan untuk kebutuhan pakan ternak mereka pun kita penuhi. Istilahnya, kita juga ngaritkan untuk ternak mereka,” pungkasnya. (ria/zal)

Baca juga:  Libur Akhir Tahun, Tempat Wisata Bentuk Satgas Covid

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya